Surabaya (beritajatim.com) – Ali Azhar D, seorang pemuda penuh semangat yang tengah menimba ilmu di bangku kuliah Ilmu Komunikasi Universitas Ciputra Surabaya, baru saja meluncurkan sebuah kampanye sosial yang menarik perhatian.
Bersama Wakil Walikota Surabaya, Armuji, atau yang akrab disapa Cak Ji, Ali berhasil merilis iklan layanan masyarakat (ILS) yang menyoroti bahaya pinjaman online (pinjol) ilegal.
Dengan judul yang singkat namun mengena, “Pinjol, Gali Lubang Tutup Lubang”, iklan ini hadir sebagai bentuk keprihatinan Ali terhadap maraknya kasus penipuan yang melibatkan pinjol ilegal.
“Saya tergerak membuat iklan ini karena banyak sekali orang yang terjebak dalam lingkaran utang akibat pinjol ilegal. Saya ingin masyarakat lebih waspada dan tidak mudah tergiur dengan iming-iming cepat kaya,” ungkap Ali dengan penuh semangat.
Selain didorong oleh kepedulian sosial, pembuatan iklan ini juga merupakan bagian dari tugas akhir Ali dalam mata kuliah Creative Innovation Strategy and Execution. “Saya melihat ini sebagai kesempatan untuk menggabungkan teori yang saya pelajari dengan praktik nyata. Semoga iklan ini bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat,” imbuhnya.
Mendukung inisiatif pemuda kreatif ini, Cak Ji turut serta dalam kampanye tersebut. Dalam pesannya, Cak Ji mengingatkan masyarakat akan bahaya yang mengintai di balik kemudahan pinjol ilegal.
“Banyak masyarakat yang terjebak dalam jerat pinjol karena tergiur dengan penawaran yang mudah dan cepat. Padahal, di balik itu semua, ada risiko besar yang mengancam, seperti penyalahgunaan data pribadi dan ancaman kekerasan,” tegas Cak Ji.
Cak Ji berharap iklan ini dapat menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu berhati-hati dalam memilih layanan keuangan. “Saya berharap iklan ini bisa menjadi viral dan menyadarkan masyarakat tentang pentingnya memilih layanan keuangan yang resmi dan terpercaya,” ujarnya.
Dengan visual yang menarik dan pesan yang disampaikan secara lugas, iklan “Pinjol, Gali Lubang Tutup Lubang” diharapkan dapat menyentuh hati masyarakat dan mendorong mereka untuk bertindak lebih bijak dalam mengelola keuangan. (ted)






