Ngawi (beritajatim.com) – Puluhan bandanger atau pengojek gabah balapan mengangkut gabah 50 kilogram, memeriahkan Balapan Bandangan Grass Track di Desa Mangunharjo, Kecamatan/Kabupaten Ngawi, pada Minggu (04/08/2024). Balapan itu digelar di persawahan desa setempat yang sudah dipanen. Balapan ini digelar dalam rangka bentuk syukur atas panen raya, juga memperingati HUT ke-79 RI dan HUT ke-666 Kabupaten Ngawi .
“Ini bentuk tasyakuran juga. Balapan ini diikuti tidak hanya oleh para ojek gabah di Mangunharjo atau wilayah Ngawi saja, tapi juga dari daerah sekitar seperti Bojonegoro, Nganjuk, bahkan Madura,” kata Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono usai membuka acara tersebut.
Balap bandangan ini bukanlah sekadar berlomba balapan motor saja. Pebalap harus membawa beban gabah seberat 50 kilogram yang dibawa di motor dan melalui lintasan yang telah ditentukan. Ini menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Selain sebagai ajang adu ketangkasan, lomba ini juga menjadi simbol kearifan lokal dan semangat gotong royong masyarakat desa.
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif masyarakat Desa Mangunharjo dalam melestarikan tradisi balap bandangan. Acara ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menjadi ajang promosi potensi desa wisata dan produk pertanian lokal. Bandangan ini kan menggambarkan pengojek gabah yang mengangkut gabah di medan sawah yang berlumpur dan tidak rata,” ujar Ony.
Diketahui, ada beberapa kategori dalam Balapan Bandangan Grass Track Mangunharjo ini.
Kelas Utama
1. Pembandang Gabah Lokal
2. Pembandang Gabah Open
Kelas Tambahan
1. Kelas Bebek STD Lokal Ngawi
2. Kelas FFA Lokal Ngawi
3. Kelas Bebek STD Open I Karesidenan
4. Kelas FFA Open I Karesidenan
5. Kelas Adventure 35+
6. Exhibition Mini Moto
[fiq/aje]






