Jember (beritajatim.com)- Defile Wayang mengawali perjalanan sepuluh defile acara grand carnaval dalam Jember Fashion Carnaval di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Minggu (4/8/2024).
Melalui defile ini, JFC ingin mengingatkan bahwa wayang adalah bagian dari kisah dan algoritma hidup manusia Indonesia. Wayang adalah tradisi leluhur yang harus dijaga.
Melalui wayang, kisah hidup manusia disajikan. Ada kisah cinta dan peperangan. Ada kisah gembira dan kesedihan. Ada ksatria dan para penjahat. Kebaikan dan keburukan.
Itulah oposisi biner dalam algoritma hidup kita.
JFC ke-22 kali ini membawakan tema Algorithm yang diterjemahkan dalam sepuluh defile. Selain tema Jember, sembilan defile lainnya bertema Wayang, Chess, Versailles, Media, Beta Fish, Climate Change, Zodiac, Fairy, dan Rio Carnaval.
JFC yang diprakarsai oleh Dynand Fariz ini menempuh jarak 3,6 kilometer diawali dari Jalan Sudarman hingga depan GOR PKPSO Jember. Setiap tahun JFC mengusung tema yang berbeda, yang mencerminkan kekayaan budaya Indonesia serta isu-isu global.
Dengan 10 defile yang tampil setiap tahun, JFC diikuti ratusan orang dari berbagai latar belakang kelompok sosial. [wir/aje]







