Gresik (beritajatim.com)- Koleksi museum di Kabupaten Gresik kini bertambah lagi. Museum yang dimaksud adalah Kanjeng Sepuh yang berlokasi di Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu. Museum yang dikelola Yayasan Kanjeng Sepuh Sidayu itu nantinya difokuskan menjadi destinasi wisata baru bagi pelajar maupun masyarakat.
Keberadaan museum Kanjeng Sepuh yang masuk dalam peradaban sejarah agama islam itu, bukan hanya sekedar pembangunan infrastruktur saja. Tapi, bagaimana menjaga dan merawat identitas kebudayaan lokal.
Nama Kanjeng Sepuh tak lepas dari Kadipaten Sidayu di abad ke 18. Adipati ke 8 di jaman Kerajaan Mataram tersebut, dianggap sebagai aulia serta bupati (Rojo Pandito) yang dicintai masyarakatnya. Hingga sekarang bangunan kuno yang berdiri megah menjadi saksi bisu kejayaan Kadipaten Sidayu di jaman dulu.
“Museum ini dapat menanamkan pengertian kepada generasi muda. Bahwa museum adalah tempat inspirasi dari masa lalu untuk masa depan,” kata Bupati Fandi Akhmad Yani, Sabtu (3/8/2024).
Bupati milenial tersebut, berharap, museum Kanjeng Sepuh Sidayu menjadi salah satu jujugan wisata edukasi masyarakat. Kita tidak boleh melupakan sejarah, karya maupun tulisan para pendahulu kita.
“Dari sejarah kita bisa belajar tentang kejayaan masa lampau. Dari sejarah pula kita bisa melihat sebab kehancuran bangsa bangsa yang besar,” ujarnya.
Adanya museum ini diapresiasi oleh Rika (16) seorang pelajar asal Gresik. Dengan begitu dirinya tahu banyak mengenai sejarah islam di pesisir utara.
“Saya baru tahu daerah Sidayu pernah menjadi kadipaten di jaman Kerajaan Mataram dengan pengaruhnya yang kuat,” ungkapnya.
Dirinya juga bersyukur lokasi museum Kanjeng Sepuh Sidayu mudah dijangkau. Pasalnya, dalam waktu dekat akan beroperasi Bus Trans Jatim koridor baru yang digagas oleh Pemprov Jatim. Transpotasi murah itu shelter-nya tidak jauh dari tempat Museum Kanjeng Sepuh.
“Mudah-mudahan destinasi wisata museum baru ini banyak dimanfaatkan bagi pelajar lain. Belajar sejarah islam khususnya di wilayah Gresik,” pungkasnya. [dny/ian]






