Jember (beritajatim.com) – Mahasiswa Politeknik Negeri Jember (POLIJE) kembali menunjukkan inovasi cemerlang dengan menggagas sebuah inovasi pada Program Kreativitas Mahasiswa Video Gagasan Konstruktif (PKM-VGK) dengan judul “FWTE (From Wheel To Electric): Solusi Mengisi Baterai Sepeda Motor Listrik Dengan Putaran Poros Roda Depan”. Inovasi ini merupakan sebuah solusi untuk memperpanjang jarak tempuh sepeda motor listrik dengan memanfaatkan putaran poros roda depan.
Inovasi ini digagas oleh Mahasiswa Politeknik Negeri Jember Jurusan Teknik Program Studi Mesin Otomotif yang beranggotakan Luthfi Dirsya Nugraha (Ketua Tim), Sigit Firgo (Sekertaris), Moh Rosyid (Bendahara), Iskandar D’last Prince. R (Editor), dan Haikal Amri Simamora (Juru Kamera) serta Cahyaning Nur Karimah, S. Pd., M. T. sebagai pendamping.
Inovasi ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi energi dan mengurangi emisi karbon, selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG’s). Sistem FWTE dapat memperpanjang jarak tempuh sepeda motor listrik secara signifikan. Teknologi ini menggunakan generator yang terhubung dengan roda depan untuk mengonversi energi mekanik menjadi energi listrik saat kendaraan bergerak.

Luthfi Dirsya Nugraha, Ketua Tim menyatakan, “Inovasi ini tidak hanya mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil tetapi juga memberikan solusi untuk menambah jarak tempuh sepeda motor listrik.” Ujarnya. “Inovasi ini merupakan suatu sistem pengisian baterai tambahan yang membantu memperpanjang jarak tempuh sepeda motor listrik khususnya untuk ojek online yang terkendala dengan jarak tempuh dan harus sering menukar baterai di SPBKLU”
Selain itu, tim PKM-VGK FWTE ini juga memperkenalkan sistem kemitraan. Dosen pendamping dari inovasi ini, Cahyaning Nur Karimah, S. Pd., M. T. , menyatakan bahwa FWTE memiliki potensi besar untuk diimplementasikan dalam bentuk kerja sama ekonomi sirkular. Menurutnya, inovasi ini bisa melibatkan berbagai pihak seperti ojek online, PLN, Kementerian Perhubungan (Kemenhub), dan bengkel UMKM untuk membangun stasiun penukaran baterai (swapping station).
“Kerja sama antara pihak-pihak tersebut dapat menciptakan ekosistem yang berkelanjutan dan saling menguntungkan,” ujar Cahyaning. “Dengan adanya inovasi FWTE yang didukung oleh sistem kemitraan sistem penukaran baterai, baik konsumen, produsen, industri kendaraan listrik hingga lingkungan mendapatkan manfaat sehingga membantu mensukseskan program pemerintah dalam upaya mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG’s) khususnya SDG’s poin 7, poin 9 poin 11 , dan poin 13”
Untuk informasi lebih lanjut mengenai kegiatan ini dan teknologi yang diperkenalkan, dapat mengunjungi Instagram @pkmvgk_fwte.






