Jember (beritajatim.com) – Jember Fashion Carnaval yang digagas almarhum Dynand Fariz sudah berlangsung di Kabupaten Jember, Jawa Timur, sejak 2003. Dengan tema yang berubah dari tahun ke tahun, baru tahun ini ada defile bertema ‘Jember’.
Selain tema Jember, sembilan defile lainnya bertema Wayang, Chess, Versailles, Media, Beta Fish, Climate Change, Zodiac, Fairy, dan Rio Carnaval. Semua defile dibingkai dalam tema besar Algorithm yang berlangsung pada 2-4 Agustus 2024.
“Saat JFC pertama, Mas Dynand mendapat pertanyaan besar. Kok tidak ada konten Jember yang diangkat dalam Jember Fashion Carnaval. Kenapa hanya konten-konten dari luar,” kata Presiden JFC Budi Setiawan, Sabtu (3/8/2024).
“Saat itu Mas Dynand menjawab, ‘pada saatnya nanti, tanpa diminta, Jember akan hadir menjadi tema dalam Jember Fashion Carnaval. Dan itu adalah pada saat dunia mulai datang ke Jember. Saat dunia sudah tiba di Jember, itulah saat bagi kita untuk memperkenalkan Jember lebih kuat lagi bagi mereka’,” kata Setiawan.
Saat yang disebut Dynand pada dua dekade silam itu sudah tiba tahun ini. “Dalam gelaran JFC ke-22, kami tarik apa yang pernah disampaikan Mas Dynand itu menjadi salah satu tema di Jember Fashion Carnaval: Algorithm. Itulah yang kami sebut ‘ Beyond Binary of Our Story’. Jadi semua tema pasti ada hubungannya dengan perjalanan kami,” kata Setiawan.
JFC yang diprakarsai oleh Dynand Fariz ini menempuh jarak 3,6 kilometer diawali dari Jalan Sudarman hingga depan GOR PKPSO Jember. Setiap tahun JFC mengusung tema yang berbeda, yang mencerminkan kekayaan budaya Indonesia serta isu-isu global. Dengan 10 defile yang tampil setiap tahun, JFC diikuti ratusan orang dari berbagai latar belakang kelompok sosial. [wir]






