Jember (beritajatim.com) – Penyelenggaraan Jember Fashion Carnaval ke-22 di Kabupaten Jember, Jawa Timur, 2-4 Agustus 2024 merupakan pintu kerja sama antara Indonesia dan Jepang, terutama di bidang seni budaya.
Ada 136 orang anggota kontingen dari Jepang yang turut serta dalam JFC. Sebagian sudah tampil dalam World Kids Carnival yang digelar di hari pertama, Kamis (2/8/2024). Kolaborasi berikutnya adalah atraksi kembang api dalam Artweare di hari kedua, Jumat (3/8/2024) malam.
Atraksi kembang api ini merupakan kolaborasi antara JFC dengan No Limit Indonesia dan sejumlah seniman Jepang Wakino Art Factory. “Ini pintu pembuka kerja sama Jepang dan Indonesia. Jember menjadi gerbang kerja sama antarnegara. Ini melalui firework tradisional Jepang, bekerja sama No Limit Indonesia,” kata Presiden JFC Budi Setiawan.
Kehadiran kontingen dari negara lain, terutama Jepang, dalam JFC, menurut Setiawan, harus dilihat sebagai kesempatan. “Terutama dalam membangun potensi kerja sama ekonomi ke depannya. Dengan ini saja mereka datang, 120 orang, kita lihat dampak ekonominya seperti apa. Itu saja luar biasa,” kata Setiawan.
Bupati Hendy Siswanto berterima kasih atas kedatangan kontingen dari Jepang. “Tahun depan mereka akan datang lagi, lebih dari itu. Targetnya sekitar 500 orang,” katanya.
Hendy percaya, kedatangan 136 orang warga Jepang untuk ikut serta dalam JFC akan memberikan dampak ganda bagi Jember, terhadap usaha mikro kecil menengah, kuliner, dan seni budaya. “Kalau tahun depan 500 orang, tentu lebih dahsyat lagi dampaknya,” katanya.
Hendy ingin para tamu lokal maupun mancanegara bisa bertahan lebih lama di Jember, dan tak hanya menyaksikan JFC. “Tidak tinggal dua tiga hari. Harapan saya sebelum JFC mereka datang, dan setelah JFC mereka tinggal minimal seminggu di Jember. Long stay ini kita ukur untuk tingkat ekonomi. Semakin lama long stay-nya, semakin keren,” katanya.
Hendy kembali menegaskan komitmen untuk mendukung JFC. “Belum sempurna, pasti ada plus minus. Mengurus orang banyak tidak main-main. Kami juga mengurus teman-teman dari kabupaten dan provinsi yang punya keinginan berbeda di sini. Tentu kami harus fasilitasi mereka. Apalagi setiap tahun jumlahnya semakin bertambah,” katanya.
Semua kekurangan dan kelebihan penyelenggaraan JFC tahun ini, menurut Hendy, akan menjadi bahan evaluasi Pemkab Jember. “Kawan-kawan dari JFC kami harapkan lebih intensif kembali. Gelaran pada 2-4 Agustus 2024 harus sudah difollow up jauh-jauh hari, berbulan-bulan sebelumnya,” katanya. [wir]






