Surabaya (beritajatim.com) – Pengguna solar di Surabaya menikmati keuntungan beli bahan bakar menggunakan barcode. Salah satu keuntungan yang paling dirasakan adalah berkurangnya penimbunan Solar.
Jaelani (26) salah satu sopir truk yang biasa membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) solar mengatakan bahwa penggunaan barcode menutup kemungkinan para penimbun solar ilegal bekerja. Dengan sistem pembelian dengan barcode, pihak pengisian bisa meregistrasi dan memantau mobil yang sudah mengisi solar.
“Kan akhirnya ada limitnya itu. Jadi ga bisa penimbun itu beli solar di pom satu ke lainnya,” kata Jaelani, Kamis, (01/08/2024).
Jaelani pernah mendapati mobil yang berusaha membeli solar namun limitnya sudah habis. Menurut Jaelani, penerapan pembelian solar menggunakan barcode juga menguntungkan karena subsidi bisa tepat sasaran.
Ia tidak memungkiri bahwa pada awalnya ia dan sejumlah pengguna solar butuh beradaptasi. Utamanya saat pendaftaran awal. Namun, setelah kebijakan itu berjalan, ia tidak mendapati masalah apa pun.
“Dilayaninya bagus kok. Ya sama seperti pembeli lainnya. Malah saya senang semenjak pembelian solar pakai barcode kan tidak susah cari solar. Jadi tepat sasaran begitu,” imbuhnya.
Sementara itu, Yudi (34) pengguna solar lainnya juga mengamini keterangan Jaelani. Ia tidak pernah merasakan hambatan saat membeli solar. Dalam sehari, ia beli solar sebanyak Rp 200 ribu – Rp 300 ribu.
“Alhamdulillah ga ada itu menghambat. Kita malah terbantu subsidinya bisa tepat sasaran,” pungkas Yudi. (ang/ian)






