Bojonegoro (beritajatim.com) – Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Bojonegoro Farida Hidayati menegaskan, rekomendasi calon bupati dalam Pilkada Bojonegoro 2024 akan diberikan kepada Anna Muawanah.
Menurutnya, rekomendasi yang akan diturunkan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) sebagai calon bupati periode 2024-2029 itu merupakan kader sendiri. “PKB Madep mantep melanjutkan Bu Anna Muawanah sebagai calon bupati dan jadi Bupati Bojonegoro,” ujarnya, Kamis (1/8/2024).
Perempuan yang juga menjabat sebagai anggota MPR RI fraksi PKB dapil IX wilayah Kabupaten Tuban-Bojonegoro itu menambahkan, meski bisa berangkat sendiri untuk mencalonkan kadernya, PKB Bojonegoro tidak menutup kemungkinan melakukan koalisi dengan parpol lain.
PKB Bojonegoro sendiri dalam Pileg 2024 mendapat 13 kursi dari jumlah total 50 kursi di DPRD. Sesuai Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada, partai politik atau koalisi parpol bisa mendaftarkan calonnya jika memenuhi lebih dari 20 persen kursi legislatif.
“Meskipun PKB dapat berangkat sendiri sesuai kuota perolehan kursi DPRD, tetap akan memberikan peluang partai lain,” ujar Farida panggilan akrabnya.
Sekadar diketahui, pernyataan Farida Hidayati tersebut disampaikan dalam kegiatan sosialisasi tentang UUD 45, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, di rumah kader PKB Jalan Basuki Rahmad, Desa Sukorejo Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro, pada (30/7/24).
Undangan yang hadir hampir sekitar 200 lebih termasuk didalamnya pengurus dan anggota PKB DPAC dan DPRT se-kecamatan kota. Dalam kegiatan tersebut, juga digelar konsolidasi politik dalam rangka pemenangan PKB di Pilkada Bojonegoro 2024.
Sementara, pengamat politik di Kabupaten Bojonegoro M Rokib mengatakan, dalam Pilkada Bojonegoro, kecil kemungkinan hanya ada calon tunggal. Sebab, lanjut Dosen Hukum Tata Usaha Negara Universitas Muhammadiyah Gresik itu, petahana pasti akan diperjuangkan oleh partainya untuk mencalonkan kembali.
“Bu Anna itu kader PKB dan pasti akan diperjuangkan oleh PKB. Kalau Bu Anna kalah, suara PKB di Dapil Bojonegoro-Tuban jadi taruhan, jadi ya Bu Anna tetap maju,” jelasnya.
Menurutnya, suara Bupati Bojonegoro periode 2018-2023 itu di akar rumput masih cukup besar. Bahkan dari 28 kecamatan, masih diyakini 20 kecamatan masih menjadi basis suara. Jika dilihat dari permukaan, tim pemenangan Anna Muawanah tidak begitu nampak. Hal itu bisa jadi sebagai strategi berpolitik untuk mengetahui manuver yang dilakukan lawan politik.
“Sebaliknya tim nya Bu Ana bergerak bergerilya, enggak begitu kelihatan, tetapi langsung ke simpul basis. Ketika timnya Wahono Nurul terbaca siasat politiknya, maka Bu Anna akan mudah mematahkan,” pungkasnya.
Untuk diketahui, Anna Muawanah hingga saat ini belum menentukan wakilnya dalam kontestasi Pilkada Bojonegoro 2024. Sementara, kubu lain Setyo Wahono-Nurul Azizah sudah mendeklarasikan diri sebagai bakal calon bupati-wakil bupati dan sudah mendapat rekomendasi dari beberapa parpol.
Parpol yang akan mengusung adik kandung Mensesneg Pratikno itu merupakan turunan dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) yakni dari Partai Gerindra, Partai Demokrat, Partai Golkar, PAN, PPP, PSI, dan PBB. [lus/but]






