Blitar (beritajatim.com) – Arema FC diperbolehkan untuk menggunakan Stadion Soepriadi Kota Blitar sebagai kandang atau home base Liga 1 tahun 2024 mendatang. Pemerintah Kota Blitar akhirnya memperbolehkan Arema FC untuk berkandang di Bumi Bung Karno, usai kedua belah pihak bertemu dan beraudiensi pada Selasa (23/07/2024) lalu.
Meski diperbolehkan ada sejumlah saran untuk tim Arema FC. Salah satunya soal jaminan keamanan dari suporter. Pemerintah Kota Blitar meminta jaminan ke Arema FC bahwa suporter lawan tidak datang ke Stadion Soepriadi.
Terkait itu, Manajemen Arema FC memastikan suporter tim tamu tidak akan datang ke kandang tim singo edan yakni Stadion Soepriadi.
“ Tadi juga minta jaminan apakah suporter tim tamu diperbolehkan datang dipastikan tidak boleh datang, karena kita masih dalam pengawasan Fifa Monitoring. Ini tahun terakhir yang hanya diperbolehkan hanyalah supoter tim tuan rumah,” kata Manajer Operasional Arema FC, Sudarmaji, Minggu (28/07/2024).
Lebih dari itu Manajemen Arema FC, memastikan pihaknya tidak akan menjual tiket full kapasitas. Pihaknya hanya akan mengisi Stadion Soepriadi sebesar 75 persen dari kapasitas tampung.
Stadion Soepriadi Kota Blitar sendiri memiliki kapasitas sekitar 10.000 penonton. Artinya jika Arema jadi berkandang di Blitar maka, Stadion Soepriadi hanya bakal diisi 7.500 Aremania.
“Bagaimana dengan Arema. Arema kemungkinan hanya akan memanfaatkan 75 persen kapasitas stadion, kita tidak akan full 100 persen,” tegasnya.
Berkaitan dengan kapasitas, Tim Arema FC juga masih akan melakukan penomoran di tribun Stadion Soepriadi. Hal itu harus dilakukan karena stadion yang berada di tengah Kota Blitar itu belum dilengkapi dengan kursi penonton.
“Nanti termasuk stadion meskipun tidak memiliki kursi tapi harus kita modifikasi harus ada penomoran. Jadi antara tiket dengan tempat duduknya harus sama,” ungkapnya.
Arema FC juga memastikan pihaknya tidak akan menjual tiket pertandingan secara manual dan di dalam venue. Nantinya semua penjualan tiket pertandingan Arema di Stadion Soepriadi bakal dijual secara online.
“Cara penjualannya, semua harus terakses dengan Id jadi harus ada KTP kalau orang luar juga harus ada paspor,” pungkasnya. [owi/aje]






