Ponorogo (beritajatim.com) – Regrouping menjadi salah satu solusi dari minimnya siswa hasil pendaftaran peserta didik baru (PPDB) di Sekolah Dasar (SD) Negeri di Kabupaten Ponorogo. Tahun ajaran 2024/2025 ini, banyak SD Negeri yang tidak memenuhi pagunya. Bahkan ada SD Negeri di bumi reog yang tidak ada satu pun siswa yang mendaftar. Hingga, opsi melakukan regrouping terhadap sekolah-sekolah negeri mencuat untuk mengatasi permasalahan minimnya siswa tersebut.
Namun, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko menilai bahwa solusi regrouping SD Negeri yang kekurangan siswa itu, akan menjadi opsi terakhir di era kepemimpinannya. Ia menilai, harus ada kajian mendalam sebelum dilakukan regrouping. Imbas baik maupun buruknya harus ditakar betul, sebelum kebijakan regrouping dilakukan. Ia meminta Dinas Pendidikan (Dindik) tidak terburu-buru untuk menggabungkan 2 SD Negeri yang minim siswa.
“Regrouping ini menjadi opsi terakhir,” kata Sugiri Sancoko, ditulis Sabtu (27/07/2024).
Kang Giri sapaan akrabnya ingin mendekatkan sekolah dengan masyarakat. Jangan sampai ada anak yang tidak sekolah, dengan alasan sekolahnya jauh. Ia meminta Dindik untuk berinovasi, sehingga bisa meningkatkan lagi siswa yang mendaftar di SD Negeri.
“Jangan sampai ada anak yang tidak sekolah dengan alasan sekolahnya jauh,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dindik Ponorogo, Nurhadi Hanuri mengakui bahwa opsi regrouping itu, salah satu solusi untuk minimnya siswa yang daftar di SD Negeri. Namun, solusi itu juga dilematis. Di satu sisi regrouping sebuah solusi sebagai bagian dari efisiensi. Sementara di sisi lain, kebijakan itu juga menjadi kendala yang berada di wilayah pinggiran atau pelosok. Jika ada regrouping, maka berpotensi untuk menempuh perjalanan cukup jauh, jika ingin ke sekolah.
“Ya minimal dalam satu desa, harus ada 1 sekolah dasar negerinya,” pungkas Nurhadi.
Untuk diketahui, pada PPDB tahun ajaran 2024/2025, tercatat ada 5 SD Negeri di Ponorogo yang tidak mendapatkan siswa sama sekali. Yakni SDN 4 Jurug (Sooko) SDN Truneng (Slahung), SDN 5 Baosan Lor (Ngrayun), SDN 1 Bajang (Mlarak) dan SDN Setono (Jenangan). Selain sekolah yang tidak mendapatkan siswa, juga ada 4 SD Negeri di bumi reog yang tahun ajaran ini, hanya mendapatkan hanya satu siswa. Sekolah tersebut yakni SDN 1 Ngadirojo (Sooko), SDN 1 Kauman (Kauman), SDN Sukosari (Kauman), dan SDB 2 Nglumpang (Mlarak). (end/ian)






