Bondowoso (beritajatim.com) – DPRD Kabupaten Bondowoso berharap PT Medco Cahaya Gheotermal bisa ikut andil dalam mencegah kerusakan lingkungan di Kecamatan Ijen.
PT Medco Cahaya Gheotermal adalah investor yang bergerak di bidang energi yang sudah ekplorasi sejak beberapa tahun lalu.
Mereka menjalankan aktifitas untuk Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di Desa Kalianyar, Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso.
Hal ini disampaikan Anggota Pansus I Raperda Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Bondowoso 2025-2045, Budi Hartono.
Di RPJPD Bondowoso untuk 20 tahun ke depan itu, terdapat 10 isu strategis. Salah satunya yaitu pencemaran dan kerusakan lingkungan yang rawan terjadi di Kecamatan Ijen.
“Hal itu disebabkan karena terdapat pemanfaatan lahan hutan untuk pertanian. Sehingga, hal itu tentu harus disikapi dan dicarikan solusi,” kata Budi kepada BeritaJatim.com, Selasa (23/7/2024).
Ia menilai keberadaan PT Medco Cahaya Gheotermal bisa memaksimalkan penyerapan tenaga kerja.
“Kami tahu di Kecamatan Ijen lahan milik rakyatnya hampir tidak ada,” katanya.
Menurutnya, jika jumlah penduduk di Kecamatan Ijen meningkat, maka tentu jumlah kebutuhan hidup di kawasan tersebut juga tinggi.
“Mereka pasti akan berusaha untuk memenuhi kebutuhannya. Di sana yang ada kan hutan. Ya hutan itu yang digarap,” ulas legislator PKS itu.
Fenomena itu membuat kawasan di Ijen rawan terjadi bencana banjir maupun tanah longsor. Penyebabnya, pohon akar tunjang diganti dengan tanaman hortikultura.
“Hal itu tentu menjadi kajian serius baik di jajaran eksekutif maupun legislatif,” tuturnya.
Kata Budi, hal tersebut menjadi persoalan masa depan apabila nantinya tidak cepat disikapi oleh pemerintah.
“Salah satu yang menjadi titik poinnya yaitu bagaimana menekan angka risiko bencana yang seringkali terjadi di Kecamatan Ijen,” urainya.
Budi menilai keberadaan PT Medco Cahaya Gheotermal harus dimanfaatkan untuk memaksimalkan penyerapan tenaga kerja dari kalangan masyarakat lokal Ijen.
“Pemerintah daerah perlu mempelajari seperti rencana Medco ke depan. Seperti sistem penyerapan tenaga kerjanya seperti apa,” kata dia.
Apabila banyak masyarakat Ijen yang bekerja di PT Medco, maka perambahan hutan bisa diminimalisir.
“Harapannya seperti itu. Ketika masyarakat Ijen sejahtera karena bekerja di Medco, maka tidak lagi memanfaatkan hutan sebagai lahan yang berpotensi menimbulkan bencana alam,” papar Budi.
Kepala Desa Kalianyar, Kecamatan Ijen, Muhammad Faozi menyambut baik ide dari DPRD Bondowoso itu.
“Kami menyambut baik. Itu bisa menjadi salah satu solusi bagaimana membuat masyarakat Ijen sejahtera,” ungkapnya dikonfirmasi terpisah.
Kendati demikian, PT Medco Cahaya Gheotermal juga harus mengukur besaran pendapatan untuk tenaga kerja asli warga Ijen.
“Kalau pendapatan bekerja di sana (PT Medco) kecil, mungkin masyarakat Ijen tidak akan tertarik dan tetap memilih bertani,” katanya. (awi/ted).






