Pasuruan (beritajatim.com) – Data Kementerian Kesehatan menunjukkan angka stunting di Indonesia pada tahun 2023 tercatat sebesar 21,5 persen, hanya turun 0,1 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar 21,6 persen.
Menyadari masih tingginya angka stunting di Tanah Air, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 60 Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) mengadakan acara puncak program kerja mereka, yaitu Festival Isi Piringku di Balai Desa Sanganom, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan.
Acara ini dihadiri oleh seluruh perangkat desa, ibu-ibu kader, ibu yang memiliki anak, dan masyarakat desa yang berjumlah 70 orang. Tujuan utama festival ini adalah untuk mengajak masyarakat desa agar bisa menerapkan ilmu-ilmu terkait edukasi stunting dan pemenuhan gizi seimbang yang telah diberikan sebelumnya.
Festival Isi Piringku dimulai dengan Senam Aerobik yang dipimpin oleh Nyak Silo. Para peserta terlihat bersemangat mengikuti senam aerobik ini. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan penampilan tari, puisi berantai, dan senam Gemarikan dari anak-anak SD Sanganom.
Acara inti dari festival ini adalah Lomba Kreasi Isi Piringku. Para ibu-ibu yang sudah terbagi dalam beberapa kelompok harus melakukan platting makanan yang sudah disiapkan dari rumah. Kriteria menu yang harus dihidangkan adalah 4 sehat 5 sempurna.
Puncak acara diisi dengan penampilan flashmob dari mahasiswa KKN 60 dan ditutup dengan pembacaan ucapan perpisahan dari ketua kelompok.
“Terima kasih sebesar-besarnya atas dukungannya selama 35 hari sekaligus kami mohon maaf selama kami ada di sini jika ada tutur kata dari kami yang mungkin kurang berkenan atau tindakan kami yang kurang sopan dan mungkin kurang beretika sekali lagi kami ucapkan mohon maaf sebesar-besarnya,” ungkap Muzzaki, Ketua Kelompok KKN 60.
Festival Isi Piringku berjalan dengan sukses. Seluruh rangkaian acara berjalan lancar dan tepat sasaran. Para warga juga menunjukkan respon positif dan sangat antusias untuk mengikuti acara yang diadakan oleh mahasiswa KKN 60.
“Terima kasih kepada seluruh adik-adik KKN UINSA karena telah mengadakan acara yang sangat bermanfaat bagi warga Desa Sanganom,” ungkap Agun, Kepala Desa Sanganom.
Lebih lanjut, beliau menambahkan, “Semoga seluruh ilmu yang telah diberikan dapat diaplikasikan oleh warga yang mana bisa membuat tingkat stunting di Desa Sanganom berkurang,” tambahnya.
Melalui Festival Isi Piringku ini, diharapkan masyarakat Desa Sanganom dapat lebih sadar akan pentingnya gizi seimbang dan dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini diharapkan dapat membantu menurunkan angka stunting di Desa Sanganom.
Mahasiswa KKN 60 telah menunjukkan dedikasi dan semangat mereka dalam membantu masyarakat Desa Sanganom. Mereka telah memberikan edukasi dan pelatihan yang bermanfaat bagi masyarakat. [rea/ian]






