Bangkalan (beritajatim.com) – Murid kelas 3 A SD Negeri Kemayoran 1, Kabupaten Bangkalan, Madura, elakukan pemungutan suara. Itu dilakukan untuk memilih ketua kelas yang baru. Tentu saja, coblosan itu layaknya Pemilihan Umum (Pemilu).
Pantauan di lokasi, wali kelas menjadi orng yang sibuk. Diamenyiapkan bilik suara, surat suara hingga tinta yang digunakan untuk mencelupkan jari bagi murid yang sudah memilih.
Wali kelas 3A, Agus Rina mengatakan, dalam pemilihan ketua kelas itu terdapat tiga calon ketua dan wakil ketua kelas. Bahkan, dirinya juga menunjuk sejumlah murid untuk menjadi panitia pemungutan suara.
“Melalui praktik pemilihan ketua kelas ini siswa bisa belajar tentang demokrasi,” terangnya, Senin (22/7/2024).
Ia juga mengatakan, melalui pemilihan itu diharapkan urid bisa belajar menentukan pilihan. Bahkan, ia mengajarkan agar menjadi petugas pemilihan umum yang jujur.
“Anak-anak ini diajarkan agar berani menentukan pilihannya serta mendidik saat menjadi petugas yang jujur,” tambahnya.
Sementara itu, ketua kelas terpilih, Reyhan mengaku senang bisa terlibat dalam kegiatan tersebut. Ia juga senang bisa berani menyampaikan orasinya di depan teman-temanya. “Saya sangat senang bisa terpilih menjadi ketua kelas,” jelasnya.
Siswa lain yakni Mirza Ukail juga mengaku senang bisa menjadi petugas pemungutan suara. Meski ia sempat bingung saat ada surat suara yang dicoblos dua kali.
“Iya tadi sempat bingung karena dicoblos dua, ternyata itu surat suara tidak sah. Saya jadi tahu. Saya juga senang mendapatkan pengalaman menjadi petugas,” pungkasnya.[sar/suf]






