Lamongan (beritajatim.com) – Barongsai kungfu dan Karawitan Widya Budaya memeriahkan Parade Teater Pelajar 2024 di kampus Unisda Lamongan. Acara ini digelar oleh Komunitas Ginyo Lamongan selama dua hari, yakni 6-7 Juli 2024.
Ketua Komunitas Ginyo Lamongan Luqman Hakim menjelaskan bahwa ada beberapa rangkaian acara yang digelar untuk menyemarakkan parade tersebut.
“Kegiatan Parade Teater Pelajar Lamongan ini dipersembahkan oleh Komunitas Ginyo Lamongan yang berkolaborasi dengan beberapa UKM Teater,” ujar Luqman Thohek, sapaan akrab Ketua Ginyo Lamongan, ditulis Minggu (14/7/2024).
Pihaknya juga mengaku acara ini merupakan ajang bagi para pelajar Lamongan guna mengekspresikan kreativitas mereka melalui seni teater, termasuk sebagai sarana berkesenian dan melestarikan budaya.
“Kegiatan ini dimulai dengan opening ceremony yang menampilkan Barongsai Kungfu Putra Lamongan dan Karawitan Widya Budaya SMA Hits Lowayu. Parade ini akan menjadi ruang interaksi budaya yang menarik,” tuturnya.
Selanjutnya, Luqman menjelaskan bahwa tiap kelompok teater mengajak penonton untuk masuk dalam dunia imajinasi mereka, lalu menciptakan panggung tentang cerita-cerita lokal dan universal, sekaligus memperkaya pengalaman penonton dengan pertunjukan yang mendalam dan menghibur.
“Iya. Para penonton disuguhkan berbagai penampilan. Masing-masing kelompok menampilkan karakteristik unik mereka, menyoroti kekayaan seni dan budaya pelajar Lamongan,” katanya.
Lebih jauh, menurut Luqman, panggung parade ini juga berfungsi sebagai ruang bagi penonton untuk merasakan kekuatan narasi yang dibawakan oleh para aktor muda berbakat, menjadikan acara ini sebagai perayaan kreativitas dan seni teater di Lamongan.
Adapun para komunitas teater yang tampil itu di antaranya Teater Eksis SMA Mazroatul Ulum Paciran, Teater Zabarjad MA Matholiul Anwar Simo, Teater Mentari MA Maslahul Huda Dengok Paciran, Teater Kertas SMK NU 1 Karanggeneng.

Kemudian Teater Dua SMKN 2 Lamongan, Teater Nusa SMK NU 1 Kedungpring, Teater Cagak Limo SMK Thoriqul Ulum Made, Teater Biru SMAM Karanggeneng. Sedangkan bintang tamu yang dihadirkan adalah Pemuda Bergerak Tuban dengan pertunjukan Monolog “Perahu Gaza”.
Parade ini dirangkai dengan workshop bertajuk Teater dan Manajemen Berkesenian dalam Sekolah dengan narasumber Ahmad Zuhdi dari Seniman Gresik. Terakhir kegiatan ditutup dengan sarasehan dan diskusi untuk mengapresiasi masing-masing komunitas.
Dalam kesempatan sama, Wakil Rektor 3 Unisda Bidang Kemahasiswaan, Mahbub Junaidi mengapresiasi kegiatan parade yang diinisiasi oleh Ginyo Lamongan. Dia berpesan bahwa kegiatan ini hendaknya diniati ibadah agar semakin berkah ke depannya.
“Berkesenian harus diniati ibadah. Berkesenian terutama berteater harus dimulai sejak dini ketika berada di SMA/SMK/MA/ sederajat, karena teater selain sebagai panggung hiburan juga mengajarkan nilai-nilai budaya dan pelajaran hidup di sekeliling kita,” paparnya. [fak/suf]






