Kediri (beritajatim.com) – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kediri bersama Majelis Daerah Korps Alumni HMI (MD KAHMI) Kota Kediri menggelar nonton bareng (nobar) film Lafran Pane di Golden Theater Kediri. Film yang menceritakan biografi pendiri Himpunan Mahasiswa Islam, sekaligus salah satu pahlawan Nasional republik Indonesia ini dibanjiri antusias kader HMI.
Terlihat dari hadirnya Puluhankader dan jajaran alumni HMI yang memenuhi studio Golden Theater Kediri. Diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Himne HMI ini, acara dilanjut dengan sambutan yang disampaikan oleh Presidium MD KAHMI Kota Kediri, dan dilanjut nonton bareng film Lafran Pane.
Dalam Sambutannya, Kanda Ali Mursidi mengungkapkan tentang pentingnya mengingat sejarah, terutama tentang perjalanan bapak HMI yakni Lafran Pane dan terus melakukan perjuangan dan kegiatanposistif lainnya.
“Momentum kegiatan ini diadakan sebagai ruang untuk mengokohkan silaturahmi antar alumni dan anggota HMI se-Kediri Raya, juga sebagai sarana mereflesikan perjuangan Lafran Pane semasa hidupnya hingga perjuangannya dalam membangun Himpunan Mahasiswa Islam,” terangnya.
Dalam kegiatan ini juga dihadiri oleh beberapa perwakilan organisasi masyarakat dan kepemudaan diantaranya, Nahdlatul Ulama Kota Kediri, Muhammadiyah Kota Kediri, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Kediri.
Agenda ini dinilai sebagai ruang persatuan dan kesatuan dalam membangun semangat perjuangan dan pengabdian terhadap agama, bangsa, dan negara.
Hal ini senada dikatakan oleh Ketua Umum HMI Cabang Kediri, Wahyu Agus.
“Film ini memberikan inspirasi, semangat dan motivasi dalam berproses di HMI dengan cara melihat kebelakang bagaimana proses awal HMI didirikan,” terangnya.
“Melalui Film ini para kaderditunjukkan bagaimana proses awal perjuangan pendirian HMI yang digagas oleh Ayahanda Lafran Pane, dari film ini tentunya diharapkan dapat menjadi motivasi dan inspirasi bagi kader HMI untuk lebih semangat dalam menjalankan proses di HMI untuk mewujudkan apa yang sejak awal sudah digagas oleh para pendiri,” imbuhnya.
Dalam proses hidupnya sendiri, masa-masa hidup Lafran Pane dihabiskan untuk pengabdian terhadap umat, berusaha untuk memerdekakan masyarakat dari belenggu-belenggu sosial seperti kebodohan, kejumudan, dan ketidakadilan.
Semangat juang Lafran Pane dalam pengabdian membangun indonesia sangat kental dalam urat nadinya, terbukti selepas berproses di HMI, ia melanjutkan perannya menjadi akademisi dan pendidik di beberapa universitas besar di Yogyakarta diantaranya, diUniversitas Islam Indonesia (UII), Fakultas Sosial dan PolitikUniversitas Gadjah Mada (UGM).
Lalu Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta hingga akhir hayatnya pada 25 Januari 1991 dan dimakamkan di kompleks pemakaman KH. Ahmad Dahlan Karangkajen, Brontokusuman, Kecamatan Mergangsan, Kota Yogyakarta. [nm/but]






