Bojonegoro (beritajatim.com) – Perjalanan Fadly Alberto Hengga (16) pesebakbola asal Desa Banjarsari Kecamatan Trucuk Kabupaten Bojonegoro hingga memperkuat Timnas Indonesia U-16 cukup panjang.
Sejak usia 8 tahun, darah campuran Papua dan Jawa itu sudah tergabung dalam Sekolah Sepakbola Bojonegoro (SSB) Sukorejo Putra Bojonegoro. Selama 7 tahun Alberto menjalani penggemblengan.
“Kemudian, pada 2023 lalu, mengikuti seleksi dan berhasil tergabung dalam tim A Bhayangkara Presisi Indonesia FC,” ujarnya, Kamis (11/7/2024).
Baru 7 bulan tergabung di klub milik Polri itu, Alberto kemudian mengikuti seleksi Timnas Indonesia U-16. Alberto diterima oleh Timnas Indonesia, dan diposisikan sebagai penyerang.
Bahkan, dirinya berhasil menyumbang satu goal dalam pertandingan Turnamen ASEAN U-16 Boy Championship 2024 saat melawan Singapura. Usai laga berakhir ia kini pulang ke kampung halaman.
Kepulangannya ke tanah kelahiran disambut warga setempat untuk meminta tanda tangan. Beberapa anak meminta tanda tangan pemain Timnas U-16 itu di bajunya. Tetapi, rumah milik orang tuanya juga menjadi sorotan.
Pasalnya, rumah berukuran 4×8 meter yang berdinding triplek dipandang tidak layak bagi pemain yang memperkuat Timnas Indonesia. Bahkan dalam rumahnya itu tidak ada sekat antara ruang tamu, kamar, hingga dapur. [lus]






