Surabaya (beritajatim.com) – PDI Perjuangan Kota Surabaya kembali menunjukkan komitmennya terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan.
Tiga anak eks Kampung 1001 Malam, yaitu Muhammad Kevin, Abimanyu Dharma, dan Novia Putri, berhasil diterima di salah satu SMP Negeri di Surabaya Barat melalui jalur zonasi.
“Saya diingatkan oleh Ketua DPC PDIP Mas Adi Sutarwijono berulang kali agar memerhatikan warga eks kampung seribu satu malam. Apa yang menjadi masukan hingga usulannya akan menjadi perhatian untuk diperjuangkan,” kata Wasek PDIP Surabaya, Achmad Hidayat.
Keberhasilan ini merupakan buah dari perjuangan panjang PDI Perjuangan dalam mengawal relokasi warga eks Kampung 1001 Malam dan memastikan mereka mendapatkan akses pendidikan yang layak.
Achmad Hidayat menegaskan bahwa upaya ini sejalan dengan program Walikota Eri Cahyadi dan Wakil Walikota Armuji untuk menghadirkan keadilan sosial bagi warga Surabaya.
“Pada saat 26 Juli 2023 dimana Ketua Dewan Pengarah BRIN Ibu Hj Megawati Soekarnoputri mengutipkeberhasilan Walikota Eri Cahyadi merelokasi warga kampung 1001 malam, saya didatangi Mas Adi Sutarwijono untuk memastikan kondisi warga di sana bisa lebih baik, terutama urusan pendidikan dan kesehatannya,” ungkap Achmad Hidayat.
Ia juga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas gotong royong serta sinergi banyak pihak yang telah berhasil memperbaiki taraf hidup warga eks Kampung 1001 Malam menjadi lebih layak dan manusiawi.
Sigit, koordinator warga eks Kampung 1001 Malam di Rumah Susun Benowo, mengungkapkan rasa bangga dan bahagianya atas keberhasilan anak-anak tersebut.
“Ini adalah bukti bahwa anak-anak kami memiliki kesempatan yang sama untuk meraih pendidikan yang berkualitas,” ujarnya. [rio/but]






