Kediri (beritajatim.com) – Posko Penerimaan Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) 2024 Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Kediri menerima banyak aduan dari masyarakat. Dari sejumlah aduan yang masuk tersebut didominasi oleh kesulitasn pendaftar mengakses website PPDB.
Ketua Panitia PPDB Kota Kediri M. Ibnu Qoyyim mengatakan, pihaknya membuka posko pengaduan dengan tujuan untuk membantu masyarakat yang kesulitan dalam mengakses PPDB. Sejak dibuka 20 Mei hingga 28 Juni 2024, posko menerima sebanyak 73 aduan.
“Aduan yang masuk didominasi oleh kesulitan pendaftar mengakses website PPDB Kota Kediri. Namun hal itu semua bisa teratasi,” ungkap M Ibnu Qoyyum, pada Selaa (9/7/2024).
Masih kata dia, dari puluhan aduan masyarakat tersebut umumnya karena kurangnya komunikasi orang tua siswa dengan pihak sekolah. “Mungkin komunikasi orang tua siswa, mereka kalau mungkin kesulitan itu sebenarnya bisa meminta bantuan operator-operator sekolah, jadi kurang komunikasi dengan sekolah aja,” kata dia.
Data Dinas Pendidikan Kota Kediri menyebutkan, jumlah pendaftar PPDB dari jalur afirmasi sebanyak 2.018 siswa dan diterima sejumlah 477 siswa. Untuk jalur inklusi pendaftarnya 23 siswa dan diterima 6 siswa.
Kemudian pada jalur prestasi Dinas Pendidikan pendaftarnya 129 siswa diterima 50 siswa, jalur karakteristik pendaftarnya 2.823 siswa dan diterima 953 siswa, lalu terakhir jalur zonasi pendaftarnya 2.253 dan diterima 1.586 siswa.
Kabid Pembinaan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Kediri ini berpesan kepada masyarakat agar tidak perlu mengkhawatirkan terhadap nasib anak-anaknya. Sebab sekolah di Kota Kediri masih bisa menampung siswa, meskipun di sekolah swasta.
Dirinya juga berpesan kepada sekolah swasta yang menjadi rujukan bagi para siswa yang tidak lolos di sekolah negeri untuk harus memperbaiki diri, baik dari segi kualitas maupun dari segi fisik bangunannya, “Misalkan kualitas kegiatan belajar mengajarnya ditingkatkan atau fisiknya juga dibangun biar menjadi daya tarik bagi anak-anak,” tutupnya. [nm/kun]






