Bondowoso (beritajatim.com) – Teka-teki sosok bakal calon wakil bupati (Bacawabup) di Pilkada Bondowoso 2024 mendamping KH. Abdul Hamid Wahid, mulai terkuak.
Ketua DPC PKB Kabupaten Bondowoso, H. Ahmad Dhafir mengungkap koalisi terdekat adalah dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Hal itu terlihat dari ‘jatah’ bacawabupnya alias kursi P2 yang diserahkan pada PPP Bondowoso.
Dhafir menjelaskan beberapa hal mengenai koalisi yang bakal mengusung Lora Hamid.
Untuk diketahui, KH. Abdul Hamid Wahid adalah salah satu pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo.
“Jargon PKB dari ulama untuk bangsa. Jadi apa yang dirumuskan, apa yang diputuskan PKB tentu harus memperhatikan, mendengarkan dan melaksanakan apa yang diputuskan dan yang digariskan para ulama,” kata Dhafir kepada BeritaJatim.com, Jumat (6/7/2024) malam.
Ketua DPRD Bondowoso ini menyatakan bahwa para ulama kemudian mengusung Lora Hamid sebagai P1 Bondowoso dan ditindaklanjuti pengusulan ke DPP PKB.
“Alhamdulillah rekomendasinya sudah turun. Persoalan wakil tentu kami serahkan kepada para ulama, siapa yang ditunjuk oleh para ulama,” ucapnya.
Menurutnya, partai hanya alat. PKB yang dilahirkan oleh ulama NU, maka harus mengikuti petunjuk dari ulama.
Muncul dua kandidat nama yang bakal mendampingi KH. Abdul Hamid Wahid di Pilkada Bondowoso 2024 ini. Yakni Lora Miftah, putra KH. Salwa Arifin dan Kiai Asy’ad, pengasuh Ponpes Nurul Huda.
“Siapapun yang dikehendaki oleh para masayikh, para kiai, para ulama, oleh PPP, monggo,” jawab Dhafir.
Ia menambahkan, walaupun PKB menggaet 16 kursi dan mengusung bacabup-bacawabup sendiri, namun tetap membuka ruang koalisi dengan partai lainnya.
“Kami tetap pada komitmen ingin bersama-sama dengan partai-partai yang ada. Tentu bagaimana yang penting orientasinya adalah untuk masyarakat,” bebernya.
Ketikanya ditanya kepastian PKB berkoalisi dengan PPP, ia juga menjawabnya dengan lebih gamblang.
“Kami memberi ruang kepada siapa saja. Di saat ulama menentukan yang kebetulan diusung PPP kami terima, diusung Golkar kami terima, diusung siapapun kami terima,” paparnya.
“Jadi prinsipnya, wakil kami serahkan ke PPP, monggo,” imbuh Dhafir.
Ia menegaskan kembali bahwa jatah bacawabup Bondowoso di Pilkada 2024 diserahkan kepada PPP.
“Wakil kami serahkan ke PPP. Terus kemudian PPP punya calon monggo siapa saja, karena kami ingin bersama-sama,” tutur warga Desa Tegalmijin, Kecamatan Grujugan, Bondowoso ini.
“Kalaupun nanti ada pertimbangan lain, monggo. Pokoknya kami serahkan slot kosong untuk diisi,” sambungnya. (awi/ian)






