Surabaya (beritajatim.com) – Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi (Ditjen Diksi) Kemendikbudristek terus berkomitmen untuk meningkatkan kompetensi dan pengalaman internasional para calon lulusan pendidikan vokasi Indonesia.
Hal ini dilakukan melalui program Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) Vokasi. Prancis menjadi salah satu negara tujuan favorit para mahasiswa vokasi dalam program ini, dengan jumlah peminat yang terus meningkat setiap tahunnya.
Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Kiki Yuliati, mengungkapkan bahwa sejak tahun 2022, program IISMA Vokasi telah mengirimkan 148 mahasiswa Indonesia ke Prancis, dengan 97 di antaranya berasal dari politeknik.
“Prancis sebagai salah satu kiblat pendidikan vokasi dunia, terus menarik minat para mahasiswa vokasi Indonesia untuk belajar di sana. Hal ini terbukti dengan meningkatnya jumlah mahasiswa yang memilih Prancis sebagai negara tujuan mereka, dan juga meningkatnya jumlah universitas yang menjadi tuan rumah (host university),” ujar Kiki.
Meningkatnya minat ini, menurut Kiki, menunjukkan bahwa program IISMA diterima dengan baik oleh pihak universitas di Prancis.
“Banyak industri besar yang menjalin kerjasama dengan host university di Prancis. Sehingga, para mahasiswa kita tidak hanya mendapatkan kesempatan untuk mengikuti pertukaran pelajar selama satu semester, tetapi juga merasakan atmosfer industri di Prancis melalui program-program IISMA yang dijalankan di setiap host university tersebut,” jelas Kiki.
Kiki menambahkan bahwa kerjasama dengan pemerintah Prancis melalui program IISMA ini memberikan kesempatan bagi para mahasiswa vokasi untuk meningkatkan keterampilan hard skill dan soft skill mereka melalui pengalaman lintas budaya. Selain itu, mereka juga dapat mengaplikasikan ilmu praktik yang dipelajari di Indonesia, dan bertukar pengalaman dengan para mahasiswa dari berbagai negara di Prancis.
“Pada akhirnya, program ini diharapkan dapat meningkatkan nilai dalam keahlian para calon lulusan mahasiswa politeknik Indonesia di masa depan,” ujar Kiki.
IISMA: Beasiswa Unggulan untuk Meningkatkan Mobilitas Internasional Mahasiswa
IISMA merupakan program beasiswa unggulan yang didanai oleh pemerintah dan dikelola oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Dikti) Kemendikbudristek. Program ini bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi mahasiswa sarjana Indonesia untuk mengikuti program mobilitas di universitas mitra terkemuka di luar negeri.
Pada tahun 2024, program IISMA dilaksanakan melalui tiga skema, yaitu:
Skema Reguler: Beasiswa penuh dari Kemendikbudristek.
Skema Afirmasi: Beasiswa penuh dari Kemendikbudristek untuk mahasiswa yang berasal dari wilayah tertinggal, sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) No. 63 tahun 2020. Skema ini juga diberikan kepada mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-Kuliah) atau mahasiswa yang lolos penerima Beasiswa Bidikmisi.
Skema Co-founding: Ditujukan bagi mahasiswa Indonesia yang ingin mendapatkan pengalaman belajar di perguruan tinggi luar negeri dengan skema pembiayaan dana dari pemerintah dan mahasiswa secara mandiri.
“Melalui program IISMA ini, kami ingin memberikan kesempatan bagi semua mahasiswa unggul di Indonesia,” tutur Kiki.
IISMA: Menuju Generasi Muda yang Siap Membangun Indonesia Emas
Lebih lanjut, Kiki menjelaskan bahwa program IISMA ini berperan sebagai program Kampus Emansipasi yang dapat mengembangkan apresiasi dan pemahaman lintas budaya di antara para mahasiswa.
“Melalui program ini, kami berharap dapat melahirkan generasi anak muda yang siap memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat, dan dapat mendukung tercapainya Indonesia Emas 2045,” tutup Kiki. (ted)






