Ponorogo (beritajatim.com) – Warga Ponorogo yang biasanya melihat gratisan Festival Reog lewat luar pagar, pada perayaan Grebeg Suro tahun ini harus gigit jari. Pasalnya, pagar pembatas venue Festival Reog yang ada di Alun-alun Ponorogo itu, oleh panitia kini dipasangi baliho. Sehingga terkesan, panitia sengaja untuk menutup venue perayaan Grebeg Suro tersebut.
“Baliho yang dipasang di area pagar pembatas itu, bukan bertujuan untuk menghalangi penonton dari luar pagar,” ungkap Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Ponorogo, Judha Slamet Sarwo Edi, Rabu (03/07/2024).
Judha menjelaskan bahwa baliho yang dipasang di pagar itu, bukan untuk menutupi penonton gratisan di laura pagar. Namun, baliho tersebut, memuat gambar produk dari sponsor yang mendukung acara perayaan Grebeg Suro ini. Hal tersebut wajib ditampilkan di venue sebagai bentuk kerjasama sponsorship.
“Jadi ini baliho berisi gambar produk sponsor. Dipasang di venue sebagai bentuk kerja sama sponsorship,” katanya.
Hanya saja, kata Judha saat cetak baliho itu, tidak diukur. Sehingga ketinggian baliho tersebut ditambah dengan bambu agar bisa terpasang. Ia berjanji akan mengkomunikasikan permasalahan ini, ke pihak panitia. Sehingga balihonya tidak lebih tinggi dari pagarnya. Dengan begitu, warga bisa masih melibat festival reog dari luar pagar.
“Kita akan berkoordinasi dengan pihak ketiga yang handle acara ini. Sehingga balihonya bisa direndahkan dan warga di luar pagar masih bisa melihat festival reog dan tidak mengganggu jalannya acara,” pungkasnya. [end/but]






