Jember (beritajatim.com) – Achmad Sudiyono, mantan kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Jawa Timur, berjanji akan mendatangkan pendapatan asli daerah (PAD) hingga Rp 1,5 triliun jika terpilih menjadi bupati periode 2025-2030. Saat ini PAD Jember menembus angka Rp 764,50 miliar.
“Saya akan perkuat APBD Jember dulu, baik berasal dari pusat maupun PAD diperkuat. PAD kuat, program ikut jalan dalam bingkai visi dan misi,” kata Sudiyono, usai deklarasi pemilihan umum kepala daerah damai yang diselenggarakan Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan Kabupaten Jember, Jawa Timur, di Hotel Bandung Permai, Minggu (23/6/2024).
Sudiyono akan memperkuar PAD lebih dulu dengan menekan potensi kebocoran. “Bupati yang cerdas adalah bupati yang mampu meningkatkan PAD,” katanya.
“Sementara ini banyak terjadi kebocoran. Bukan korupsi. Kebocoran ini bisa karena (pajak dan retribusi) tidak ditagih, bocor karena tidak dioptimalkan. Jadi bukan karena uangnya diambil,” tambah Sudiyono.
“Sudah saatnya PAD Jember mencapai Rp 1 triliun. Waktu Pak Samsul (Bupati Samsul Hadi Siswoto) pada 2000-2005, PAD anggaplah Rp 50 miliar. Pada zaman Pak MZA Djalal pada 2005-2015, bertambah Rp 500 miliar menjadi Rp 550 miliar. Ditambah bupati berikutnya seharusnya sudah Rp 1 triliun sekarang,” kata Sudiyono.
Jika menjadi bupati, Sudiyono akan menempatkan semacam chip pada mesin bayar setiap restoran dan hotel yang terintegrasi dengan sistem di Badan Pendapatan Daerah Jember. “Tidak ada transaksi terlewat setiap detik. Kalau chip itu dibongkar oleh pemilik restoran, maka akan kena sanksi,” katanya.
Namun perjalanan Sudiyono untuk menjadi bupati masih jauh. Saat ini ia berusaha mengejar rekomendasi partai, termasuk PPP. “Kalau rekom PPP, impian saya kayaknya kena saya. Tapi ini belum lobi. PPP pasti memiliki kriteria dan ukuran-ukuran untuk memberikan rekom kepada figur yang benar-benar bersemangat dan berniat baik membuat Jember lebih baik,” katanya. [wir]






