Magetan (beritajatim.com) – Beredarnya video asusila alias tak senonoh yang diduga dilakukan oleh para siswa SMA di Magetan telah meresahkan masyarakat, khususnya orang tua yang memiliki anak usia SMA.
Konten video tersebut beredar di media sosial dan menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat. Total ada 15 video yang saat ini sudah beredar di masyarakat.
Menanggapi hal ini, Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdik) Magetan serta Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak didesak untuk segera mengambil tindakan tegas dan membentuk panitia khusus untuk menangani masalah ini di sektor pendidikan.
“Beredarnya video tak senonoh ini tentu meresahkan masyarakat, khususnya bagi orang tua yang memiliki anak usia SMA. Ini menjadi PR besar bagi Dinas Pendidikan Magetan, khususnya yang menaungi SMA dan SMP,” ujar Tsabbit Qolby Ala Diinika, Ketua Satuan Pelajar dan Mahasiswa (SAPMA) Pemuda Pancasila Magetan, Jumat (20/6/2024).
Pria yang lekat disapa Qolby itu menekankan pentingnya koordinasi yang kuat antara sekolah, orang tua, dan dinas terkait untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.
‘’Video ini tersebar di sejumlah grup WhatsApp. Sudah dua minggu ini kami kerasa resah dengan adanya video tak senonoh ini. Orang tua resah, apalagi yang punya anak usia SMA. Kami harap, segera ada tindakan pencegahan,” terang Qolby.
Diketahui, tersebarnya video tak senonoh itu sudah dilaporkan ke pihak kepolisian oleh pihak yang merasa dirugikan.
Diimbau kepada masyarakat untuk tidak menyebarkan video tersebut agar tidak semakin meresahkan dan memperluas dampak negatifnya. [fiq/aje]






