Surabaya (beritajatim.com) – Wakil Walikota Surabaya, Armuji menyuarakan keprihatinannya terhadap judi online dengan mengutip lirik lagu Rhoma Irama, “Judi adalah awal dari kemiskinan.”
“Awalnya menjanjikan, tapi sebenarnya berakhir pada kemiskinan. Kita semua bertanggung jawab membentengi generasi penerus dari jerat judi online,” ujar Armuji, Kamis (13/6/2024).
Pernyataan Armuji, yang akrab disapa Cak Ji, bukan tanpa alasan. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) baru saja merilis data mencengangkan.
Berdasarkan Data Kominfo yang dirilis oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkapkan bahwa transaksi judi online sepanjang tahun 2023 mencapai Rp 327 triliun. Sedangkan, angka transaksi judi online kuartal pertama 2024 mencapai Rp 100 triliun.
Menurut Cak Ji, angka fantastis ini menjadi bukti nyata betapa maraknya praktik judi online di Indonesia. Dia menyoroti bagaimana judi online telah merusak masa depan anak muda, menyeret mereka ke dalam masalah hukum, bahkan mendorong mereka ke jurang kriminalitas.
“Warga Surabaya kudu cerdas, kalau ingin hidup berkah ya bekerja. Tidak ada jalan pintas, lebih baik kita mencegah daripada mengatasi,” serunya.
Tak hanya itu, judi online juga telah merenggut nyawa. Cak Ji mengungkapkan sejumlah kasus tragis, mulai dari pembunuhan hingga bunuh diri, yang berakar dari jeratan judi online.
“Kita bangsa besar, pemikiran kita juga harus besar dan harus berani kerja keras untuk sesuatu yang baik,” imbuhnya, mengajak masyarakat untuk bangkit dari mimpi palsu judi online.
Cak Ji juga mengingatkan pentingnya memanfaatkan kemajuan teknologi dan informasi dengan bijak. “Arahkan materi untuk hal-hal produktif seperti menabung, investasi, atau berwirausaha,” sarannya.
“Kita harus berani bermimpi besar dan mewujudkannya dengan kerja keras, bukan terjebak dalam ilusi judi online yang hanya membawa kehancuran,” pungkas dia.[asg/kun]






