Malang (beritajatim.com)- Atlet difabel yang tergabung dalam National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Malang akan mengikuti kejuaraan di Pekan Paralimpik Provinsi (Peparprov) Jawa Timur dengan biaya sendiri alias tidak didukung APBD setempat.
“Peparprov Jatim pada tanggal 13 hingga 17 Juni 2024. Ada 9 orang difabel yang dikirim mengikuti kejuaraan itu, mewakili Kabupaten Malang, namun tidak didukung anggaran dari APBD,” ungkap Ketua NPCI Kabupaten Malang, Yulian Agung Effrata, Rabu (12/6/2024).
Agung mengaku kecewa tidak mendapatkan dukungan anggaran sama sekali dari APBD Kabupaten Malang di tahun anggaran 2024 sekarang.
“Pada tahun sebelumnya (NPCI) sudah dapat yaitu tahun 2022 dan 2023 kami dapat Rp250 juta. Teman teman Dispora bilang tahun ini anggaran dialihkan untuk kegiatan politik,” tegasnya.
“Kemarin dari Kabid prestasi Dispora, nanti akan ada pengajuan di Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) setelah agustus,” sambung Agung.
Kendati demikian, NPCI Kabupaten Malang akan tetap ikut Peparprov Jatim, apapun yang terjadi.
“Harus ikut karena ini kan hari penting bagi teman teman disabilitas. Ini adalah hari raya olahraga disabilitas, karena kegiatan olahraga NPCI setiap tahun tidak lebih dari satu kali,” urainya.
Ia mengaku menggali anggaran dari orang orang baik dari pihak swasta. Atlet yang berangkat ke Peparprov 9 orang tertanggung provinsi.
Kejuaraan di Jatim melombakan tiga cabang olahraga (cabor) yaitu atletik, voli duduk dan boccia (lempar bola kecil) , Kabupaten Malang ikut di atletik saja.
Agung menyadari APBD Kabupaten Malang tidak berpihak ke disabilitas, karena merupakan kaum minoritas.
“Kami kecewa kenapa disabilitas kurang diperhatikan. Kami berharap pemimpin ke depan memperhatikan disabilitas,” tuturnya.
“Sebenarnya kami malu untuk selalu mengeluh, kami sadar kami kaum minoritas pasti ya akan selalu dikesampingkan, ” lanjutnya.
Namun, demi kebersamaan dan demi olahraga prestasi disabilitas, NPCI Kabupaten Malang akan selalu berjuang, bersama 200 anggota NPCI yang mengikuti kejuaraan.
“Total disabilitas di Kabupaten Malang 13.000 orang,” pungkas Agung. [yog/aje]






