Surabaya (beritajatim.com) – Pemahaman generasi muda di Indonesia tentang wawasan kebangsaan cukup memprihatinkan. Di mana, sekitar 49 persen dari mereka sama sekali tak memahami Pancasila.
Hal itu diungkapkan oleh Ketua Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 (YPTA) Surabaya J. Subekti saat Seminar Nasional Kebangsaan dalam Peringatan Bulan Bung Karno di Kampus Untag Surabaya, Kamis (6/6/2024).
Subekti menilai bahwa redupnya nasionalisme ataupun patriotisme saat ini kian memprihatinkan. Menurutnya, hal itu dipicu oleh nafsu politik dan kekuasaan ekonomi yang berada di tangan para pimpinan bangsa Indonesia.
“Karena itu Untag Surabaya menggelar Bulan Bung Karno. Kami ingin menyulut kembali api perjuangan Soekarno, bangsa Indonesia, agar tetap bisa menjadi negara yang diperhitungkan dan dihormati internasional,” katanya.
Lalu bagaimana untuk menanamkan ideologi Pancasila kepada para generasi muda saat ini? Subekti menyampaikan, diperlukan sebuah strategi untuk mencoba kembali menanamkan nilai-nilai Pancasila. Salah satunya lewat tindakan Pancasilais dari para tokoh masyarakat, guru hingga para pemimpin.
“Tanpa keteladanan, anak-anak zaman sekarang akan susah diajak memahami kembali Pancasila. Perlu tertarik dahulu, baru kita masukkan ajaran secara ideologis apa dan bagaimana Pancasila yang sebenarnya” terangnya.
Berdasarkan penelitian oleh Lembaga Survei Indonesia (LSI) pada tahun 2018, diketahui hanya ada sekitar 6,2 persen siswa yang memahami dan mampu menjawab pertanyaan terkait wawasan kebangsaan.
Sedangkan hasil survei Litbang Kompas dan Pusat Studi Kebangsaan Indonesia (PSKI) 2022 menyebut hanya 28,6 persen saja siswa yang memahami Pancasila di ruang kelas. Sementara 21,7 persen siswa memahami dari media sosial.
“Dari survei, anak-anak SMA itu 49 persen sama sekali tidak memahami bagaimana Pancasila. Bahkan di antara mereka, 83 persen mengatakan ideologi Pancasila bisa diganti dengan ideologi lain. Ini bahaya,” ungkap Subekti.
Karena itu, Untag Surabaya sebagai Kampus Merah Putih menyadari akan pentingnya penanaman wawasan kebangsaan bagi generasi muda. Hal yang dapat dilakukan salah satunya dengan memperingati Hari Lahir Bung Karno.
Acara yang dikemas seminar bertajuk ‘Merajut Kembali ke-Indonesiaan’ ini menghadirkan Kepala Pusat Studi Pancasila UGM Drs Agus Wahyudi, dan Akademisi sekaligus Pengamat Politik Unair Airlangga Pribadi Kusman. [ipl/kun]






