Surabaya (beritajatim.com) -DPD PDIP Jatim bersama DPW PAN Jatim menjalin kata sepakat untuk berkolaborasi di pemenangan 13 Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Kesepakatan ini tercapai dalam pertemuan antar pengurus dua partai di Sekretariat DPW PAN Jatim, Jalan Darmokali Surabaya, pada Selasa malam (4/6/2024).
Dari PDIP Jatim hadir Wakil Ketua Budi ‘Kanang’ Sulistyono, Sekretaris Sri Untari Bisowarno dan Ketua Bappilu Deni Wicaksono. Rombongan diterima Ketua DPW PAN Jatim, Ahmad Rizki Sadig dan jajaran pengurus harian DPW.
Setelah melakukan tanya jawab dengan media, kedua pengurus partai melakukan pertemuan tertutup selama dua jam. Yakni, sejak pukul 21.00 hingga pukul 23.00 malam.
Rizki mengatakan, pertemuan antara PAN dan PDIP Jatim itu membahas kerja sama terkait Pilkada serentak di 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur. Dua partai ini sepakat berkoalisi mengusung pasangan calon yang sama.
“Di beberapa kabupaten/kota itu ada beberapa kader PAN dan PDIP yang diusung sebagai calon kepala daerah. Ada juga tokoh di luar partai keduanya, yang akan diusung bersama-sama. Bahkan, ada yang bukan kader PDIP, bukan kader PAN, kita dukung bersama untuk kemaslahatan umat,” tegas Rizki.
“Prinsipnya kami berterima kasih bahwa ini salah satu bentuk mengelola di tingkat kabupaten/kota itu tidak bisa sendiri. Semangat bareng-bareng mencari pemimpin terbaik bukan menang-menangan, tapi juga berdasarkan kursi DPRD. Misal ada calon bagus dari PAN atau PDIP kita rembugkan, kalau nggak kita cari netral yang bisa membangun sama-sama,” imbuhnya.
Anggota DPR RI ini mengapresiasi PDIP yang mau mendatangi PAN dan mengajak diskusi bersama.
“Tentu ini sebuah kehormatan semua, terima kasih teman-teman PDIP yang sudah hadir. Semoga kita bisa menghasilkan pemimpin-pemimpin terbaik di seluruh Jatim,” tukasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua PDIP Jatim Budi ‘Kanang’ mengatakan, pertemuan ini membahas titik temu kedua partai untuk mengurangi rivalitas. “Jadi, pertemuan ini tentang target PAN dan PDIP ini dipersatukan, supaya tidak saling terjadi rivalitas. Kita capek rivalitas. Mana PAN punya target ya PDIP mendukung. Ketika PDIP punya target, PAN mendukung,” jelasnya.
“Jadi, sharing di daerah penting, ke depan Pilkada apa PAN mau mencalonkan bupati, wakil bupati, wali kota, atau wakil wali kota, ketika PDIP nggak ada calon ya ayo kita dukung bareng, intinya di situ,” imbuhnya.
Mantan Bupati Ngawi itu juga menyatakan bahwa ke-13 daerah yang sudah disepakati koalisi oleh PDIP dan PAN di antaranya Kota Surabaya, Kota Kediri, dan Ngawi.
“Kurang lebih ada 13 daerah yang sepakat koalisi atau kerja sama, yang lain masih dibicarakan sambil jalan. Bisa PAN di posisi nomor satunya, bisa PDIP nomor duanya, bisa juga PDIP nomor satu, PAN nomor dua, tergantung potensi,” katanya.
“Contohnya Ngawi, Surabaya masih memungkinkan. Kota Kediri masih didalami. Lalu di Madura ada Bangkalan. Kita sambil cari orang juga yang tidak dilabel, tapi kita dukung bareng,” pungkasnya. [tok/beq]







