Banyuwangi (beritajatim.com) – Hari Raya Idul Adha 1445 H/2004 semakin dekat. Perayaan ini identik dengan penyembelihan hewan kurban. Kondisi yang sama akan terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Tidak terkecuali di Kabupaten Banyuwangi.
Jelang Idul Adha banyak warga membutuhkan hewan kurban sebagai bagian dari ikhtiar menjalankan sunnah bagi umat muslim. Kondisi itu berpengaruh dengan ketersediaan stok hewan yang dibutuhkan.
Namun, Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Banyuwangi telah menjamin kondisi stok hewan kurban jelang hari raya Idul Adha, aman. Bahkan, Dispertan Banyuwangi mencatat surplus ternak.
“Menjelang Idul Adha tahun ini, jumlah populasi sapi di Banyuwangi mencapai 116.784 ekor. Begitu juga dengan kambing mencapai 126.671 ekor dan domba 143.328 ekor,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi, Arief Setiawan, Selasa (4/6/2024).
Arief mencatat kebutuhan hewan kurban di Banyuwangi pada tahun lalu, untuk sapi 3.127 ekor, kambing 12.630 ekor, dan domba 6.226 ekor.
“Dengan populasi ternak seperti di atas, maka kita surplus. Tidak hanya mampu mencukupi kebutuhan lokal, namun juga mampu menyuplai kebutuhan hewan kurban di luar daerah,” kata Arief.
Dia mengatakan menjelang Idul Adha permintaan hewan kurban dari luar daerah cukup besar. Hal ini dibuktikan dari banyaknya pedagang yang meminta izin ke Dispertan untuk mengirim ternaknya ke luar daerah.
“Ini menunjukkan bahwa ketersediaan ternak di Banyuwangi cukup sekali. Bahkan tidak sedikit pedagang yang mengirim ternaknya ke Surabaya, Jawa Tengah, hingga ke Jakarta,” pungkasnya. [rin/suf]






