Sidoarjo (beritajatim.com) – Rania Naura Anindhita, mahasiswa berkebutuhan khusus di Fakultas Biologi UGM Angkatan 2019, berbagi inspirasi dan motivasi dengan siswa-siswa SMP Al Falah Deltasari Waru Sidoarjo, Senin (3/6/2024).
Rania Naura yang juga alumni SMP Al Falah Deltasari itu berbagi kisah inspiratif tentang perjalanan hidupnya. Saat kecil, Rania nama akrap sapaannya, mengalami gangguan pendengaran, hard of hearing (HoH).
Ia baru bisa mendengar dengan jelas ketika masuk SMP Al Falah Deltasari dengan memakai alat bantu dengar. “Saat belajar di sini, saya memakai alat bantu dengar dan bisa mendengar dengan jelas, termasuk mendengar langkah kakiku saat berjalan di koridor, bisa mendengar keriuhan suasana di sekolah,” ucapnya mengenang.
Dari keterbatasan pendengaran yang dialami, membuat Rania ada kebiasaan lain, yakni menjadi seorang kutu buku. Dirinya menjadi gemar membaca untuk membandingkan apa yang ia lihat dan alami dengan buku-buku yang dibacanya.
Masa SMP menjadi periode eksplorasi yang sangat berharga bagi Rania. Lingkungan yang suportif di SMP Al Falah Deltasari membantunya berkembang dan mendapatkan kesempatan untuk mengikuti program pertukaran pelajar ke Malaysia dan Eropa.
“Pengalaman itu membuka mata dan batinku. Saat aku di pinggir sungai Seine Perancis, dalam hati aku berdoa suatu saat aku harus bisa kembali ke sini,” ujarnya.
Kepercayaan diri dan kerja keras membawa Rania meraih berbagai prestasi. Setelah lulus SMP, diterima di SMA Negeri 1 Sidoarjo. Meskipun pada awalnya ia berada di peringkat dua dari bawah, Rania mengambil risiko dengan mengikuti ekskul debat Bahasa Inggris.
Kerja keras dalam rajin belajar telah membuahkan hasil dengan meraih juara 1 debat Bahasa Inggris tingkat nasional. Prestasi ini membawanya diterima di Universitas Gajah Mada dan mengikuti program Volunteer AIESEC di Eropa pada tahun 2020 selama enam pekan.

Selama di UGM, Rania juga berinovasi dengan mengadakan eksperimen mengolah sampah menjadi Eco Lindi, yang dapat menghilangkan bakteri bau sampah. Inovasi ini telah digunakan di TPA Benowo Surabaya saat Piala Dunia U- 17 2023. Rania yang kini berumur 23 tahun, akan menjalani wisuda pada bulan Agustus 2024 nanti.
Dalam kesempatan ini, Rania memberikan motivasi kepada siswa kelas 7 dengan pesan, “Be your own. Kita hidup di dunia dengan mengukur diri dengan diri sendiri, bukan dengan orang lain,” imbuhnya.
Di depan adik-adik yuniornya, Rania juga mendorong siswa untuk gemar membaca buku, memiliki role model, bersikap gigih (persistence), dan selalu ingin tahu (curious).
“Gemar membaca buku akan memperluas wawasan, role model memberikan inspirasi dan tujuan, ketekunan membawa pada keberhasilan, dan rasa ingin tahu akan membuka banyak peluang,” paparnya.
Kepala SMP Al Falah Deltasari Sidoarjo, Gatot Purwanto menyampaikan, kegiatan Kelas Inspirasi ini sangat bermanfaat untuk memotivasi siswa agar lebih semangat dalam meraih prestasi. “Kegiatan ini memberikan inspirasi bagi siswa untuk terus berusaha dan tidak mudah menyerah,” tukasnya.
Waka Kesiswaan SMP Al Falah Deltasari Sidoarjo, Murtiningsih menambahkan, kegiatan ini diharapkan dapat membentuk karakter siswa yang mandiri, berprestasi, dan selalu berusaha menjadi yang terbaik.
Kegiatan Kelas Inspirasi diakhiri dengan sesi tanya jawab dari siswa kelas 7. Para siswa juga tampak antusias menandakan bahwa mereka terinspirasi dan termotivasi oleh kisah hidup serta prestasi Rania Naura Anindhita. “Kami berharap siswa dapat mengambil pelajaran dari pengalaman Rania dan termotivasi untuk meraih prestasi,” pungkas Murtiningsih. (isa/kun)






