Tuban (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban melalui Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP2P) Tuban telah membagikan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) yang dilaksanakan secara seremonial di Pendopo Krido Manunggal Tuban, Jumat (31/05/2024).
Diketahui Alsintan tersebut merupakan pemberian Kementerian Pertanian RI kepada Pemkab Tuban yang selanjutnya disalurkan kepada petani di wilayah yang ada di Kabupaten Tuban.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP2P) Tuban, Eko Julianto mengatakan bahwa Badan Pusat Statistik (BPS) telah merilis data luas panen padi nasional yaitu mengalami penurunan sebesar 0,24 hektar atau 2,29 persen dari yang semula 10,45 juta hektar tahun 2022 menjadi 10,21 juta hektar di tahun 2023.
Selain itu, produksi padi nasional juga turun sebesar 0,77 juta ton atau 1,40 persen dari 54,75 juta ton gabah kering giling (GKG) pada tahun 2022 menjadi 53,98 juta ton GKG di tahun 2023.
“Penurunan tersebut juga terjadi pada sektor pertanian padi di Kabupaten Tuban yang mengalami penurunan sebesar 20.745 ton atau 3,14 persen dari 661.292 ton GKG pada tahun 2022 menjadi 640.547 ton GKG di tahun 2023,” terang Eko Julianto.
Adapun penyebabnya, kata Eko Julianto ialah fenomena el nino yang mengakibatkan waktu tanam padi mengalami keterlambatan. Sehingga, kondisi tersebut menyebabkan pemerintah pusat akan mengambil kebijakan untuk mengoptimalkan kembali luas tanam padi melalui upaya khusus percepatan dan peningkatan tanam padi.
“Langkah tersebut diambil sebagai upaya menuju swasembada pangan nasional,” imbuhnya.
Lanjut, masih kata Eko Julianto, Pemkab Tuban akan terus berupaya melakukan optimalisasi lahan tadah hujan dan menaikkan Indeks Pertanaman (IP) 1 menjadi IP 2 bahkan IP 3. Artinya, lahan yang semula hanya bisa ditanam sekali dalam setahun akan diupayakan dapat ditanami 2-3 kali dalam setahun.
“Tujuannya untuk dilakukan pemanfaatan air permukaan, seperti air, sungai, embung, dan sumber mata air lainnya,” kata Eko.
Di samping itu, diberikannya Alsintan berupa pompa air dan traktor juga guna untuk mempercepat dan menambah luas tanam padi di lahan yang sekali tanam.
Adapun bantuan yang disalurkan Kementan RI melalui Pemkab Tuban antara lain traktor roda 4 sebanyak 40 unit, traktor roda 2 sebanyak 15 unit, pompa air sebanyak 85 unit (ukuran 3 dim 61 unit, ukuran 4 dim 18 unit dan ukuran 6 dim 6 unit). Selain itu, juga mendapat tambahan pompa air ukuran 3 dim alokasi untuk Brigade TNI di Kodim 0811/Tuban sebanyak 90 unit.
“Untuk target dari Kementan ada penambahan luas tambah tanam padi di Kabupaten Tuban mencapai 3.800 hektar,” bebernya.
Sementara itu, proses penyaluran bantuan alsintan tersebut terbagi dalam 4 tahap. Tahap pertama, dilaksanakan pada 30 April di Markas Kodim 0811/Tuban sebanyak 27 unit pompa air. Tahap kedua dilaksanakan pada 14 Mei di Makodim 0811/Tuban sebanyak 36 unit pompa air. Tahap ketiga, dilaksanakan pada 27 Mei di Makodim sebanyak 90 unit pompa air dan tahap keempat, dilaksanakan 31 Mei di Pendopo Krido Manunggal sebanyak 40 unit traktor dan 15 unit pompa air ukuran 4 dim.
“Proses pendistribusian, penggunaan, dan pelaporan pencapaian target bantuan alsintan dilaksanakan bersama antara penyuluh DKP2P dan TNI yang ditujukan kepada Kementan RI dan Mabes TNI,” pungkasnya. [ayu/ian]






