Surabaya (beritajatim.com) – – Berita gembira datang bagi sektor pariwisata Indonesia! Berdasarkan Travel and Tourism Development Index (TTDI), sebuah indeks pariwisata global dari World Economic Forum,
Indonesia melonjak 10 peringkat dari posisi 32 ke posisi 22, mengungguli negara-negara tetangga seperti Malaysia, Thailand, dan Vietnam.
Kenaikan peringkat ini diumumkan oleh Direktur Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Dwi Marhen Yono, dalam pembukaan Bursa Pariwisata 2024 yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Grand City Convention Hall Surabaya.
“Kita sekarang naik dari 32 menjadi 22 di Dunia,” kata Dwi Marhen Yono Direktur Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Jumat (24/5/2024).
Survei internasional terhadap 11 juta wisatawan asing yang berkunjung ke Indonesia tahun lalu menunjukkan bahwa lima alasan utama mereka memilih Indonesia adalah:
Kuliner: Kekayaan kuliner nusantara yang beragam dan lezat menjadi daya tarik utama bagi wisatawan.
Promo wisata: Berbagai promo wisata menarik yang ditawarkan oleh pemerintah dan pelaku usaha pariwisata.
Keindahan alam: Indonesia terkenal dengan keindahan alamnya yang luar biasa, seperti pantai, gunung, dan hutan.
Budaya: Kekayaan budaya yang beragam di setiap daerah menjadi magnet bagi wisatawan.
Harga yang terjangkau: Biaya wisata di Indonesia relatif lebih murah dibandingkan dengan negara-negara lain di Asia Tenggara.
Kemenparekraf menargetkan untuk menarik 14,3 juta wisatawan asing dan 1,2 miliar wisatawan domestik pada tahun ini. Gerakan nasional “Bangga Buatan Indonesia” dan “Bangga Berwisata di Indonesia” diharapkan dapat mendorong pemulihan ekonomi nasional di tengah situasi global yang memanas akibat perang.
Lonjakan peringkat TTDI dan tingginya minat wisatawan mancanegara menunjukkan potensi besar sektor pariwisata Indonesia. Dengan terus meningkatkan kualitas infrastruktur, pelayanan, dan promosi, Indonesia dapat menjadi destinasi wisata terdepan di dunia. (ted)





