Surabaya (beritajatim.com) – Dosen FIKK UNESA, Donny Ardy Kusuma mengupayakan bagaimana para atlet Universitas Negeri Surabaya ini bisa meningkatan prestasi di Jawa Timur.
Bahkan pihak universitas telah merancang beberapa program bidang olahraga prestasi tahun 2024, seperti sentra pemilihan olahraga pelajar, Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda), dan berbagai kegiatan lainnya.
“Pemprov Jawa Timur juga telah mengalokasikan anggaran yang signifikan untuk pembangunan olahraga seperti hibah KONI 2024 sebesar 250 miliar, dan beberapa anggaran lain untuk sarana dan prasarana olahraga bagi perkumpulan olahraga di seluruh Jawa Timur,” ungkap Donny, Kamis (23/5/2024).
Tidak hanya itu, program sinergitas pemberdayaan dan pembudayaan olahraga juga menjadi fokus, dengan memberikan alat olahraga kepada perkumpulan olahraga di Jawa Timur. Program ini telah dilaksanakan sejak tahun 2022, dan terjadi peningkatan anggaran dari 4 miliar pada tahun sebelumnya menjadi 27 miliar pada tahun 2023.
Sementara Tatang Muttaqin staf ahli bidang manajemen talenta Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), menjelaskan tentang sistem informasi manajemen talenta yang dikembangkan oleh Kemendikbud Ristek.
Sistem ini mencakup beberapa peserta didik berprestasi dari berbagai tingkatan pendidikan, mulai dari SD hingga perguruan tinggi, dan telah terintegrasi ke beberapa sistem informasi, termasuk Dapodik.
Pemanfaatan sistem informasi talenta ini sangat luas, salah satunya adalah untuk Penelusuran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jalur prestasi di sekolah, serta seleksi penerimaan mahasiswa baru diploma dan sarjana pada tingkat nasional berdasarkan prestasi.
Selain itu, sistem ini juga digunakan untuk memberikan bantuan operasional sekolah atau Bantuan Operasional Sekolah (BOS) kinerja, serta untuk pemberian beasiswa “Indonesia Maju”.
Kegiatan yang dimoderatori Dr. Dwi Cahyo Kartiko, M.Kes, Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) UNESA ini turut dihadiri Amich Alhumami, Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat, dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas, dan Raden Rara Rita Erawati, S.H., Direktur Keluarga, Perempuan, Anak, Pemuda dan Olahraga (KPAPO) Kementerian PPN/Bappenas, serta jajaran stakeholder lainnya.(way/kun)






