Surabaya (beritajatim.com) – Program Visual Communication Design Universitas Kristen Petra (DKV UK Petra) bersama komunitas Marabunta Yogyakarta menggelar pameran ‘Ennui’ selama satu pekan mulai 13-20 Mei 2024 di Look Gallery kampus setempat.
Pameran ini menampilkan 60 karya seni grafis dengan beragam teknik, mulai dari cetak tinggi, cetak dalam, cetak saring, hingga cetak datar. Pameran ini dihadirkan untuk mengenalkan kepada gen Z tentang seni grafis.
“Pesatnya era digitalisasi membuat minimnya eksistensi seni grafis konvensional. Pameran ini untuk mengenalkan kembali seni grafis konvensional, sekaligus jadi wadah berbagi pengalaman,” kata Dosen DKV UK Petra Anang Tri Wahyudi, Selasa (14/5/2024).
Total ada 25 karya mahasiswa dan 35 karya dari Marabunta dalam pameran ini. Karya dari mahasiswa terbilang sederhana, yakni berunsur hitam putih saja. Sementara karya dari para perupa Yogyakarta lebih kompleks dengan berbagai macam warna.
“Kam sengaja menyandingkan hasil karya mahasiswa dengan perupa seni Yogyakarta. Tujuannya agar mahasiswa lebih terpacu untuk bisa membuat karya yang apik dan keren, seperti karya dari para seniman Yogyakarta itu,” tambah Anang.
Pameran ini menjadi salah satu bentuk presentasi utama, agar para pengunjung semakin memahami karya dengan beragam teknik seni grafis. Salah satunya milik Jillian Alice. Linocut on paper ini menceritakan Candra Kirana yang sedang tersihir di dalam Keong Mas.
“Saya menggunakan gambar Keong Mas yang mengeluarkan suatu aura sihir tentang ikatan yang mengikat Candra Kirana. Sementara rambut yang berterbangan menggambarkan keadaan yang tidak stabil atau terjebak dalam keadaan yang sulit,” jelas Jillian.
Selain pameran, kegiatan juga diisi dengan sharing session, workshop grafis. Di situ, Dionisius Caraka dan Surya Adiwijaya dari Yogyakarta akan berbagi pengalaman selama berkesenian grafis, serta nilai-nilai dalam seni grafis. [ipl/but]






