Bojonegoro (beritajatim.com) – Pasar Bonsai Bojonegoro belum lama dibentuk. Didirikan oleh sejumlah penghobi bonsai di Bojonegoro. Tujuannya agar bisa saling support dan sharing ilmu bareng. Selain itu, juga berdampak positif pada nilai ekonomi bagi pemiliknya.
Koordinator Pasar Bonsai Bojonegoro Totok Sujatmiko mengungkapkan, terbentuknya pasar bonsai ini sebagai wadah para penghobi bonsai agar bisa bersatu dan menambah nilai jual yang lebih tinggi. Ada ratusan bonsai yang dipajang untuk dijual.
Ratusan bonsai yang dipajang itu dibandrol dari harga Rp30 ribu. Harga tertingginya sampai puluhan juta. Tergantung wujud tanaman bonsai dan subyektifitas penjual-pembeli. Untuk menentukan harga ini, tidak ada pakem khusus.
“Tanaman bonsai merupakan barang seni. Sebab itu, harganya relatif. Tak ada patokan atau standarnya. Namun demikian, kami tak pernah ngawur soal harga,” ujarnya.
Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Mukidi itu menerangkan, Pasar Bonsai Bojonegoro adalah geliat ekonomi yang patut di atensi karena menjadi salah satu gravitasi ekonomi sektor tanaman. Kalau diseriusi, bisa juga menjadi identitas daerah.
“Ketika di Kabupaten Bojonegoro banyak aktivitas perbonsaian, Kabupaten Bojonegoro bisa dijuluki sebagai Kota Bonsai. Sebuah identitas baru bagi Kabupaten Bojonegoro,” pungkasnya.
Untuk diketahui, Pasar Bonsai Bojonegoro ini berada di Gang Sawahan, Kelurahan Sumbang, Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro. Dibuka sekitar satu bulan lalu atau pada Maret 2024. Sedikitnya ada 7 komunitas bonsai yang sudah tergabung dalam pasar tersebut.
Ratusan tanaman bonsai yang dipajang itu juga berasal dari tanaman lokal. Sedikitnya ada delapan varian. Yakni, Serut, Loa, Beringin, Bunut (Karebet), Gula Gumantung, Waru, Asem Jawa, hingga Kawis. Tanaman-tanaman bonsai jenis lokal ini bibitnya asli berasal dari hutan di Kabupaten Bojonegoro.
Sedangkan untuk tanaman bonsai jenis impor, lanjut pria asal Desa Sumberejo, Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro ini, di antaranya Beringin California dan Taiwan, Waru California, serta Saeng Simbur Vietnam. [lus/beq]






