Partai besar dan tak pernah menang di hajatan Pemilihan Umum Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jatim, itulah nasib PKB. Partai ini telah memenangkan empat kali Pileg di Jatim: 1999, 2004, 2014, dan 2024. Dari tiga kali hajatan Pilgub Jatim secara langsung: 2008/2009, 2013, dan 2018, tak satupun pernah dimenangkan PKB.
Hanya di Pileg 2009, PKB Jatim dikalahkan Partai Demokrat. Sedangkan di Pileg 2019, raihan kursi PKB kalah dibanding PDIP. Pada Pileg 2024, PKB kembali unggul dengan raihan 4.517.228 suara. Partai kaum Islam Tradisional (PKB) ini mengungguli PDIP dengan 3.735.865 suara, Partai Gerindra dengan 3.589.052 suara, Partai Golkar dengan 2.314.685 suara, dan Partai Demokrat dengan 1.872.353 suara.
Raihan suara PKB ketika dikonversi dengan kursi di DPRD Jatim setara dengan 27 kursi. Partai ini unggul dibanding PDIP dengan 21 kursi. Sehingga PKB menjadi satu-satunya partai yang bisa mencalonkan cagub-cawagub di Pilgub Jatim 2024 tanpa harus berkoalisi dengan partai lain.
Menghadapi hajatan Pilgub Jatim 2024, hingga awal Mei, elite partai ini belum memutuskan siapa kandidat gubernur dan wagub Jatim yang bakal diusung dan didukung. Riak-riak kecil yang muncul pasca Pilpres 2024, terutama dari kalangan eksternal, terus dinetralisir dan diselesaikan elite PKB. Sekali pun Sang Ketua Umum, Muhaimin Iskandar (Cak Imin), belum berhasil merealisasikan ekspektasi politik merebut kursi Wakil Presiden (Wapres).
Namun performa politik PKB di Pemilu 2024 cukup bagus. Secara nasional, raihan suara PKB mengalami lonjakan. Total kursi DPR RI juga naik jadi 80 kursi. Jatim tetap sebagai tlatah politik paling penting dan strategis bagi PKB dengan basis massa pendukung tradisional yang militan dan kuat. Sumbangsih Jatim sebanyak 18 dari 80 kursi PKB di DPR RI secara keseluruhan.
Artinya, hampir 25 persen kekuatan kursi partai ini di parlemen nasional disumbangkan Jatim. Raihan suara PKB di Jatim jika dibandingkan dengan nasional, kemungkinan besar lebih dari 25 persen. Sebab, harga kursi DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) di Jatim memiliki Bilangan Pembagi Pemilih (BPP) lebih tinggi dibanding provinsi lain, terutama provinsi di luar Pulau Jawa.
Model kontestasi Pilgub Jatim 2024 adalah one man, one vote, and one value. Satu pemilih itu punya satu suara dengan nilai satu. Artinya, siapa pun konstituen atau pemilih tersebut, nilai suaranya tetap satu. Tak peduli pemilih itu lulusan S3, S2, S1, SMA, SMP, SD, atau tak pernah sekolah sama sekali. Atau pemilih itu berharta atau kaum papa. Pemilih kaum the have atau warga yang tak punya apa-apa, dan lainnya.
Dengan jumlah pemilih dari 32 juta orang, Pilgub Jatim 2024 punya makna politik strategis yang tinggi bagi banyak stakeholder, termasuk PKB. Dengan modal raihan sebesar 4,5 juta suara di Pileg 2024, artinya partai ini masih membutuhkan tambahan pasokan suara lebih dari 11,5 juta untuk bisa mengantarkan kandidat yang diusungnya memenangkan Pilgub Jatim 2024. Tentu saja dengan catatan, semua konstituen memberikan hak suaranya di Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Jelang hajatan Pilgub Jatim 2024, partai ini menghadapi realitas politik regional yang tak mudah. Pertama, Pilgub Jatim digelar dengan kepesertaan yang start politiknya tak sama. Sebab, ada calon petahana: Khofifah Indar Parawansa, yang telah memperoleh dukungan politik dari empat partai: Partai Gerindra, PAN, Partai Golkar, dan Partai Demokrat.
Selain itu, kabarnya, bakal ada tiga partai lain menyusul memberikan dukungan politik kepada Khofifah. Sebelum tahap pendaftaran bakal cagub-cawagub dibuka KPU Jatim, setidaknya ada tujuh partai yang merapat ke Khofifah.
Kedua, fakta lain yang menjadi tantangan bagi PKB menghadapi Pilgub Jatim 2024 adalah rekam jejak politik partai ini yang tak pernah sekali pun memenangkan kontestasi pilgub. Pilgub Jatim 2003 digelar secara tak langsung. Anggota DPRD Jatim hasil Pemilu 1999 sebanyak 100 orang yang berhak memilih. Hasilnya, Imam Utomo yang berpasangan dengan Sunarjo menang atas Abdul Kahfi dan Ridwan Hisjam yang disokong PKB. Setelah itu, di hajatan pilgub secara langsung pada 2008/2009, 2013, dan 2018 PKB tak pernah mampu memenangkan kandidatnya.
Potret rekam jejak politik Pilgub Jatim merupakan kenyataan pahit yang dialami dan dirasakan elite PKB. Tiadanya pengalaman politik memenangkan cagub-cawagub yang diusung bisa mengakibatkan perasaan nervous di kalangan elite dan kandidat yang diusung partai ini.
Sebagai partai besar dengan basis pendukung militan dan loyal di hajatan Pemilihan Umum Legislatif (Pileg), ternyata realitas politik itu tak linier dan tak berbanding lurus ketika diaplikasikan di kontestasi pilgub langsung. Tentu ada banyak faktor dalam konteks ini. Satu di antaranya, minimnya figur dengan karakter populisme politik tinggi di lingkungan PKB Jatim.
PKB Jatim telah menempatkan sejumlah kader terbaiknya di posisi kepala daerah (bupati/wali kota). Sebut saja, Bupati Bojonegoro Anna Muawanah, Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali (kini menjadi tersangka KPK), Bupati Lumajang Thoriqul Haq, Bupati Pamekasan Badrut Tamam, Bupati Blitar Rini Syarifah (Mak Rini), dan sejumlah kepala daerah atau wakil kepala daerah lain. Mana di antara para kepala daerah dari PKB itu yang menonjol dan layak diorbitkan di level politik Jatim, publik belum pernah melihat peluang tersebut.
Nama Abdul Halim Iskandar, Ketua PKB Jatim, kini menjabat Menteri Desa, Transmigrasi, dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) telah mengorbit di aras politik nasional. Kakak kandung Muhaimin Iskandar ini sempat digadang-gadang tampil di Pilgub Jatim 2018. Namun, Halim Iskandar mengalah dan memberikan kesempatan politik di 2018 kepada Saifullah Yusuf (mantan Wagub Jatim dan kini menjabat Wali Kota Pasuruan) tampil di bursa pilgub sesuai input dan ekspektasi sebagian kiai NU di Jatim. Hasilnya, duet Gus Ipul dan Puti Guntur kalah atas pasangan Khofifah dan Emil Dardak.

Apakah Halim Iskandar bakal running di Pilgub Jatim 2024? Belum ada kepastian. Gus Halim, panggilan akrab Abdul Halim Iskandar, dikenal sebagai politikus berpenampilan tenang, kalem, tak meledak-ledak, dan berpikiran moderat. Dia memiliki latar belakang dan jejak geneologis-historis yang kuat di kalangan komunitas Islam Tradisional (NU). Gus Halim berasal dari keluarga besar KH Bisri Syansuri, salah satu kiai pendiri NU dan Pondok Denanyar Jombang.
Setelah meniti karir di jalur politik di ranah Kabupaten Jombang, Gus Halim hijrah ke tingkat Jatim dan sempat menjabat sebagai Ketua dan Wakil Ketua DPRD Jatim. Setelah itu, tak banyak kalangan pemerhati politik yang memprediksi bahwa jabatan Menteri Desa, Transmigrasi dan PDT Kabinet Jokowi-Ma’ruf Amin bakal dipercayakan kepada Gus Halim. Di bawah kepemimpinan Gus Halim, kinerja kementerian ini relatif minim dari hingar-bingar dan polemik politik-hukum yang mengundang sorotan publik.
Adalah fenomena politik yang lazim sekiranya Gus Halim dijagokan dan didorong sebagai bakal cagub Jatim dari PKB. Dia politisi senior di internal partai ini, punya pengalaman banyak, dan kini menjabat Ketua PKB Jatim. Tentu langkah politik ini membutuhkan kalkulasi politik bersifat obyektif yang kuat dan multiperspektif. Misalnya, bagaimana tingkat popularitas, akseptabilitas, dan elektabilitas dari Gus Halim sebelum terjun di bursa pilgub.
Faktor lain yang mesti dikalkulasi adalah bagaimana sikap dan respon kiai NU, baik di jalur struktural dan kultural, sekiranya ada dua kader NU kembali bertarung di Pilgub Jatim. Sebab, fenomena politik serupa terjadi Pilgub Jatim 2018, di mana Khofifah head to head Gus Ipul. Akibatnya, terjadi pembelahan dukungan kiai NU di hajatan politik tersebut. Muncul Poros Tebuireng yang mendukung Khofifah-Emil Dardak dan Poros Lirboyo yang menyokong Gus Ipul-Puti.
Banyak faktor politik dan non-politik lain mesti dilihat, dibaca, dianalisa, dan dikalkulasi dengan matang oleh elite PKB dalam konteks ini. Di tengah tingginya tingkat elektabilitas politik Khofifah berdasar hasil survei dari sejumlah lembaga kredibel dan makin menguatnya dukungan partai besar dan menengah kepada Ketua Umum PP Muslimat NU di hajatan Pilgub Jatim 2024, realitas ini menjadi tantangan berat bagi PKB Jatim.
Ainur Rohim,
Penanggung Jawab beritajatim.com






