Surabaya (beritajatim.com) – Rosacea merupakan salah satu gangguan kulit yang kerap dianggap remeh karena mirip dengan jerawat. Namun, ini adalah kondisi kronis yang memerlukan perhatian serius dan penanganan yang tepat.
Penyakit ini biasanya dimulai dengan kemerahan pada kulit, khususnya di bagian wajah, yang semakin lama bisa meluas ke daerah seperti hidung, dahi, dagu, telinga, dan bahkan mata serta dada.
Penyakit ini umumnya muncul setelah usia 30 tahun, tetapi tidak menutup kemungkinan bagi mereka yang lebih muda untuk mengalaminya.
Penyebab dan Pemicu Rosacea
Meski penyebab pasti rosacea belum diketahui, banyak ahli menduga bahwa faktor genetik dan lingkungan memiliki peran. Ada beberapa kondisi yang diduga kuat dapat memicu rosacea, termasuk paparan sinar matahari, terkena angin kencang, dan perubahan suhu ekstrem.
Tak hanya itu, konsumsi makanan pedas, minuman beralkohol, dan obat-obatan tertentu juga jadi pemicu karena dapat melebarkan pembuluh darah. Selain itu, stres dan produk perawatan kulit yang tidak cocok juga dapat memperburuk kondisi ini.
Mengidentifikasi Gejala Rosacea
Rosacea memiliki empat subtipe dengan gejala yang berbeda-beda:
1. Erythematotelangiectatic Rosacea (ETR): Karakteristik utama adalah kemerahan di tengah wajah, pembuluh darah yang tampak membesar, sensasi terbakar pada kulit, dan kulit wajah terasa kering, kasar, dan bersisik.
2. Papulopustular Rosacea: Sering terjadi pada wanita paruh baya, menampilkan bintik-bintik merah dan jerawat nanah, kulit berminyak, dan pembuluh darah yang tampak jelas.
3. Rhinophyma: Lebih umum di kalangan pria, menandai dengan pori-pori membesar, tekstur kulit yang tidak rata, kulit hidung menebal di hidung, dahi, dagu, pipi, dan telinga.
4. Ocular Rosacea: Fokus pada area mata, menyebabkan kemerahan, iritasi, mata berair atau kering, sensitif terhadap cahaya, kemampuan melihat menurun, mata gatal terasa seperti terbakar, kista di mata, dan pembuluh darah di kelopak mata tampak jelas.
Pengobatan dan Perawatan Rosacea
Pengobatan rosacea bertujuan untuk mengurangi gejala. Pilihan terapinya meliputi penggunaan antibiotik untuk mengatasi inflamasi, terapi laser untuk mengurangi pembuluh darah yang membesar, serta penggunaan obat oles jerawat.
Selain itu, langkah preventif bisa diambil seperti menghindari pemicu, menggunakan produk perawatan kulit untuk kulit sensitif, dan melindungi diri dari cuaca ekstrem serta sinar matahari.
Penting bagi penderita untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit untuk mendapatkan diagnosis yang tepat dan menghindari pengobatan sendiri yang mungkin tidak efektif atau bahkan memperburuk kondisi. Rosacea memang tidak dapat disembuhkan sepenuhnya, tetapi dengan perawatan yang tepat, gejala dapat dikontrol dengan baik. [ian]






