Surabaya (beritajatim.com) – Universitas Surabaya (Ubaya) meraih predikat kampus swasta terbaik di Indonesia versi SINTA 2024. Capaian ini tentu menjawab keraguan masyarakat akan kualitas kampus swasta.
“SINTA ini sangat up to date mengukur aktivitas riset publikasi, inovasi dari kampu swasta dan negeri. Jadi, menggambarkan produktivitas dan kualitas dosen,” ujar Rektor Ubaya Dr Benny Lianto, Sabtu (4/5/2024).
Atas capaian ini, Benny mengaku bangga. Di sisi lain, ini juga menjadi tantangan karena sudah banyak karya inovasi yang dilahirkan. Sehingga, ke ke depan pihaknya akan mengejar komersialisasi hasil riset yang dilakukan.
“Nah, kami kejar komersialisasi hasil riset. Katakanlah hasil riset dan inovasi banyak, tapi bagaimana menuju komersialisasi, banyak produk yang beredar di masyarakat itu hasil riset dari dosen,” jelasnya.
Ubaya sendiri, lanjut dia, memiliki keunggulan di sejumlah sektor untuk program Komersialisasi hasil riset tersebut. Salah satunya pada obat-obatan tradisional atau herbal. Adapun basisnya ada di Fakultas Farmasi, Bioteknologi, dan Kedokteran.
“Ini salah satu unggulan kami, pokoknya berkaitan kesehatan yang berbasis bahan alami. Target mencapai itu mungkin lima tahun dikejar, ada karya atau inovasi baik untuk obat ataupun peningkatan gizi,” terangnya.
Sebagai informasi, pemeringkatan SINTA 2024 Kemendikbudristek ini merupakan pengakuan pihak luar terhadap reputasi sekaligus kualitas pendidikan Ubaya sebagai perguruan tinggi swasta di Indonesia.
Perolehan skor SINTA Ubaya dalam tiga tahun terakhir yakni sebesar 427.691. Ubaya juga akan terus berfokus meningkatkan kualitas riset dan inovasi yang dapat memberikan solusi bagi sosial dan masyarakat.
“Ubaya akan terus melakukan inovasi berbasis riset dengan standar kualitas yang semakin baik dan mendapat pengakuan internasional,” tandas Benny. [ipl/kun]






