Banyuwangi (beritajatim.com) – Pemkab Banyuwangi menyelenggarakan kegiatan nonton bareng (nobar) saat Timnas Indonesia U-23 berlaga di semifinal Piala Asia melawan Uzbekistan di depan Pendopo Sabha Swagata, Blambangan. Meskipun hasilnya timnas harus mengakui kekalahannya, namun kegiatan nobar tersebut justru memberi berkah tersendiri bagi para pedagang kaki lima (PKL) dan UMKM.
Pasalnya, mereka mendapat subsidi dari Pemkab Banyuwangi. Ada 50 an PKL di lokasi itu yang dagangannya telah dibayar oleh pemerintah setempat. Para pedagang tersebut merupakan penjual makanan dan minuman yang selama ini berdagang di sekitar area pendop, RTH Sritanjung, dan Pasar Banyuwangi.
Penonton yang datang dapat menikmati aneka kuliner dan dagangan makanan ringan maupun minuman secara gratis. Sejumlah menu dari pedagang seperti sate, bakso, mie ayam, tahu lontong, nasi tempong, jagung bakar, dan minuman seperti angsle, teh, jus, dan menu lainnya.
“Sambil menyaksikan jalanya pertandingan, masyarakat bisa nyamil makanan dan minuman dari para pedagang,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.
Ipuk mengatakan, subsidi kepada para pedagang itu dilakukan selain untuk memeriahkan acara nobar, juga untuk memberdayakan UMKM di sekitar lokasi. Dengan demikian tak hanya warga yang menonton acara nobar, para pedagang juga mendapat hasil kegiatan tersebut.
“Sistemnya kita subsidi. Terserah nanti pedagang menyesuaikan menjadi berapa porsi,” tambah Ipuk.
Untuk subsidi pedagang minuman dan makanan berbeda nilainya. Rata-rata antara Rp 300 ribu sampai Rp 500 ribu untuk setiap pedagang.
Nurul Imam, penjual kopi brand Asyifa, yang turut berjualan di lokasi mengaku senang dilibatkan dalam nobar. Imam yang merupakan teman netra mengaku ikut berbangga Timnas bisa masuk semifinal laga AFC U-23 ini.
“Alhamdulillah saya bisa ikut mendukung Timnas Garuda dengan cara ini. Kopi hitam ini saya persembahkan untuk kemenangan Timnas. Semoga menang,” ucapnya dengan bangga. [rin/aje]






