Jember (beritajatim.com) – Skor kemenangan 2-1 menjadi skor favorit kemenangan Indonesia atas Uzbekistan dalam semifinal Piala Asia U23, Senin (29/4/2024) malam.
Bupati Hendy Siswanto dan Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa Ayub Junaidi di Kabupaten Jember, Jawa Timur, memprediksi kemenangan Indonesia dengan skor tipis tersebut.
“Indonesia insyallah menang 2-1, bahkan bisa lebih. Kita akan memasukkan dua gol lebih dulu. Baru kemudian kita dihajar satu gol, dan akhirnya menang 2-1. Ada banyak peluang bagi Indonesia untuk memperbesar skor. Namun Uzbek hanya bisa mencetak satu gol,” kata Hendy.
Optimisme Hendy ini tak lepas dari performa tim Indonesia U23 setelah mengalahkan Korea Selatan di perempat final Piala Asia. “Baru sekarang kita bisa seperti ini. Australia dikalahkan 1-0. Korsel yang jagoan yang sejak 1984 tidak pernah kalah, baru sekarang untuk U23 dikalahkan Indonesia,” katanya.
“Ini kejutan-kejutan istimewa. Anak-anak kita bermain bukan hanya fisik, tapi otak, kecerdasan, kecerdikan, dan kepandaian. Tim kita ini smart-nya sudah ada, fisiknya pun juga sudah mumpuni,” kata Hendy.
Sementara itu, Ayub Junaidi yakin Indonesia menang dalam waktu normal. “Kalau kemarin saya menebak bakal adu penalti melawan Korea, ternyata betul,” katanya tersenyum.
Ayub masih tetap yakin Indonesia bakal unggul, kendati tidak diperkuat pemain depan Rafael Struick yang terkena akumulasi kartu kuning di babak perempat final. “Masih ada Marselino, ada Witan. Mudah-mudahan Shin Tae-Yomg sudah bisa meramu. Mungkin Ramadhan Sananta bisa dimainkan untuk bergerak membuka ruang. Tim Indonesia kan pintar membuka ruang serangan,” katanya.
Kehilangan Rafael Struick dinilai Ayub tak akan menyulitkan tim Indonesia yang sudah berhasil melewati sejumlah cobaan selama ini, seperti pemain sempat tidak dilepas klub dan adanya beberapa pemain yang cedera.
Ayub menyebut kualitas fisik pemain-pemain Indonesia U23 sangat bagus. “Fisik sangat penting. Kalau soal teknis, itu (kemampuan pemain) rata semua. Tapi kalau fisik dan disiplin tidak bagus, mau teknik hebat seperti apapun, tidak ada gunanya. Mungkin 10-20 menit babak pertama selesai semua,” katanya.
Masalah stamina memang jadi masalah pemain tim nasional selama ini. “Tapi kemarin saat melawan Korea, kita bermain 120 menit lebih. Padahal Korea fisiknya seperti itu,” kata Ayub.
Faktor mental juga penting. “Pelatih Shin Tae-Yong berhasil membuat mental pemain Indonesia tidak inferior. Dulu ketemu Vietnam dan Malaysia, masuk stadions eakan-akan sudah kalah. Tapi kalau sekarang, karakter dan kepercayaan diri ditanamkan betul oleh Shin Tae-Yong,” kata Ayub.
Agak berbeda, akademisi Universitas Jember (Unej) Muhammad Iqbal memperkirakan Indonesia akan kalah tipis 1-2 atau 1-3. “Kiper dan bek Uzbek solid, striker tajam, tengah cerdik. Selama kompetisi belum pernah kebobolan dan selalu cetak gol signifikan. Tapi tetap kudoakan kita lolos dan jadi juara baru: Macan Asia,” katanya. [wir]






