Banyuwangi (beritajatim.com) – Kasus penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Banyuwangi kian mewabah. Data Dinas Kesehatan Banyuwangi mencatat 1.025 kasus. Empat orang di antaranya meninggal dunia.
Bahkan, sejak Januari lalu hingga saat ini terdapat 205 orang terjangkit. Mereka harus menjalani perawatan intensif di sejumlah rumah sakit.
Plt. Kepala Dinkes Banyuwangi, Amir Hidayat, menyebut pasien DBD di Banyuwangi naik secara signifikan di bulan ini. Data mencatat terdapat penambahan pasien sebanyak 71 hingga 22 April 2024. Selama Januari-Maret 2024 sendiri pasien DBD Banyuwangi ada 134 pasien.
“Dari total 205 pasien DBD, 4 orang di antaranya meninggal dunia,” ungkap Amir Hidayat.
Dari sejumlah kasus, warga terjangkit virus dengue. Virus tersebut menyebabkan tiga penyakit yakni Demam Dengue (DD), DBD, serta Dengue Shock Syndrom (DSS).
“Ketiga penyakit tersebut sama-sama disebabkan oleh infeksi virus dengue, namun tingkat keparahannya berbeda. DD biasanya lebih ringan dibandingkan DBD. Selain itu, DD tidak sampai menyebabkan kematian,” ujar Amir.
Melihat kondisi itu, Amir terus mengajak masyarakat untuk melakukan upaya pencegahan. Caranya, menerapkan pola hidup bersih dan sehat, serta pemberantasan sarang nyamuk (PSN).
“Warga juga perlu menutup tempat genangan air agar tidak menjadi sarang nyamuk,” pungkasnya. (rin/ian)






