Surabaya (beritajatim.com) –Digitalisasi menjadi kunci pertumbuhan ekonomi daerah dan BPD pun harus berbenah. Penerapan digitalisasi juga merupakan upaya dalam mengurangi proses birokrasi yang panjang.
Hal ini diungkap Ketua Umum Asbanda, Yuddy Renaldi dalam Seminar Nasional BPD se-Indonesia dengan tajuk “Peran Digitalisasi Keuangan Dalam Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Daerah” di Hotel Niagara Parapat, Simalungun, Sumatera Utara (Sumut).
Dalam seminar yang dihelat oleh Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) dan Bank Sumut ini Yuddy juga menegaskan, penerapan digitalisasi di bank daerah sangat dibutuhkan dalam mendukung program masing–masing pemerintah daerahnya.
Seminar ini dihadiri oleh para petinggi BPD dari seluruh Indonesia, termasuk Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, IGP Wira Kusuma; Bambang Mukti Riyadi, Deputi Komisioner Hubungan Internasional, APU-PPT dan Daerah; serta Babay Parid Wazdi, dengan Eko B. Supriyanto, Chairman Infobank Media Group, sebagai moderator.
“Dengan begitu, kegiatan ekonomi akan meningkat, yang ujungnya berdampak terhadap peningkatan pendapatan daerah sehingga pertumbungan ekonomi pun turut meningkat,” jelas Yuddy.
Bambang Mukti Riyadi, Deputi Komisioner Hubungan Internasional, APU-PPT dan Daerah OJK, mengatakan bahwa digitalisasi merupakan peluang pasar dan kewajiban bagi BPD untuk menjawab kebutuhan pasar dan bersaing di era digital. “Digitalisasi jadi peluang pasar, yang kedua menjadi kewajiban (digitalisasi) dalam konteks persaingan. Ini konteks yang tidak bisa terhindarkan,” ujarnya.
Bambang menyarankan BPD untuk memanfaatkan digitalisasi sebagai peluang untuk mengoptimalkan keuntungan. Jika tidak, BPD akan tergerus dan tersingkir dari persaingan perbankan.
“Khususnya BPD, bisa mengoptimalkan peluang tadi. Misalnya jadi satu kesatuan lewat Kelompok Usaha Bersama (KUB). Karena bicara digitalisasi ada persyaratan yaitu kapasitas untuk menjadi digitalisasi. KUB bagian dari mengonsolidasikan BPD supaya bisa berperan dalam konteks digitalisasi, agar tidak tersingkir,” tegasnya.
Direktur Utama Bank Sumut, Babay Parid Wazdi menambahkan bahwa digitalisasi bagi Bank Pembangunan Daerah (BPD) ini sangat penting untuk mendorong kinerja BPD. Digitalisasi sebagai ‘senjata’ dalam menghadapi persaingan bisnis dengan bank-bank besar.
“Tapi itu tak membuat kita putus asa, kita pun harus ikut melakukan digitalisasi. Dalam forum ini kita bisa memperkaya khasanah dan sharing ilmu pengetahuan, untuk penerapan digitalisasi di masing-masing BPD,” ujar Babay.
Namun, Babay mengingatkan bahwa transformasi digital dalam tubuh BPD bukan hanya teknologi semata, tapi harus dibarengi transformasi people dan talent. “Transformation is not about technology, but also about people and talent,” tegas Babay.
Seminar ini diharapkan dapat mendorong BPD untuk segera berbenah dan menerapkan digitalisasi secara menyeluruh, sehingga dapat berkontribusi lebih besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.[rea/kun]






