Palembang (beritajatim.com)– Di tengah hiruk pikuk kota Palembang, kisah inspiratif seorang siswa Madrasah Ibtidaiyah bernama M. Rizky Aditya (11) menyentuh hati banyak orang.
Di usianya yang masih belia, Rizky harus memikul tanggung jawab besar untuk merawat tiga adiknya yang masih balita setelah ditinggal sang ibu tercinta.
Kegigihan dan semangat Rizky dalam menghadapi berbagai rintangan menarik perhatian Kementerian Sosial (Kemensos) yang kemudian turun tangan untuk memberikan bantuan dan pendampingan.
Kisah ini menjadi bukti nyata bahwa di balik setiap kesulitan, selalu ada secercah harapan dan pertolongan yang datang.
Tumbuh Dewasa Sebelum Waktunya
Sejak kepergian sang ibu di bulan Januari 2024, Rizky, yang akrab disapa Iky, menjadi tulang punggung keluarga. Ia harus mengurus dan merawat adik-adiknya, Aysilla Daniah Hanum (5), Muhammad Dani Saddam (3), dan Muhammad Khalfi (2), sambil tetap fokus pada pendidikannya.
Setiap hari sepulang sekolah, Iky berjualan makanan ringan hasil buatan neneknya untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga. Ia berkeliling jalan dan gang di sekitar Universitas PGRI Plaju Palembang, menawarkan jajanannya dengan semangat.
Uluran Tangan dari Kemensos
Kisah perjuangan Iky dan keluarganya sampai ke telinga Kemensos melalui Sentra Budi Perkasa di Palembang. Tergerak dengan keteguhan hati Iky, Kemensos langsung bergerak cepat untuk memberikan bantuan dan pendampingan.
Kemensos mempertemukan kembali Iky dengan ayahnya, M. Ferdi Kradani (31), yang sebelumnya telah lama terpisah. Ferdi kemudian dibantu untuk memulai usaha berjualan bakso bakar dan keripik. Ia juga mengikuti pelatihan las di Sentra Budi Perkasa untuk bekal bekerja di masa depan.
Nenek Iky, yang juga menjadi tulang punggung keluarga, turut dibantu dengan penambahan alat produksi makanan olahan dan bahan pembuatan keripik ubi dan cireng. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan penghasilan keluarga.
Bantuan Komprehensif untuk Masa Depan yang Lebih Baik
Kemensos tidak hanya membantu Ferdi dan Nenek Iky dalam bidang ekonomi, tetapi juga memberikan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) kepada Iky dan adik-adiknya. Bantuan ini meliputi pemenuhan hidup layak seperti paket nutrisi, perlengkapan tidur, pampers, pelunasan biaya kontrakan rumah dan air bersih, serta dua sepeda lipat untuk bersekolah.
Kemensos juga membantu mengurus akta kelahiran dan Kartu Identitas Anak (KIA) untuk adik Iky yang belum memilikinya.
Pendampingan Berkelanjutan untuk Kemajuan Keluarga
Kemensos berkomitmen untuk terus mendampingi Iky dan keluarganya. Pendampingan sosial dilakukan untuk memantau perkembangan kondisi mereka, serta melakukan monitoring kewirausahaan Ferdy dan Nenek Sa’adah.
Kisah Rizky Aditya merupakan contoh nyata kegigihan dan semangat seorang anak dalam menghadapi berbagai rintangan. Bantuan dan pendampingan dari Kemensos diharapkan dapat membantu Rizky dan keluarganya untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.
Kisah Rizky Aditya mengajarkan kita tentang pentingnya kegigihan dan semangat dalam menghadapi berbagai rintangan. Kita juga dapat belajar tentang pentingnya saling membantu dan gotong royong untuk membantu mereka yang membutuhkan. [aje]






