Surabaya (beritajatim.com) – Puluhan wanita berusia teenager berlenggak lenggok bak foto model dengan anggunnya menggunakan kebaya modern, Minggu siang (21/4/2024) di JX Surabaya. Para wanita berkebaya ini mengikuti kegiatan perayaan Perempuan berkebaya di hari Kartini yang di selenggarakan Subdayly Agency. Mereka memperebutkan piala Kadin Surabaya
Ven Okta Ardilasari, Ketua panitia Subspace Fashion Show Contest mengatakan jika kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menyambut hari Kartini yang akan memperebutkan Piala Kadin Surabaya. Selain menjadikan kebaya ini sebagai budaya lokal Indonesia kegiatan ini juga sebagai juga sebagai ajang unjuk bakat para model.
“Event ini digelar di tahun pertama dan memperebutkan Piala Kadin Surabaya dan memperingati hari Kartini dan diharapkan kegiatan ini menjadi ajang tahunan yang diminiati oleh para model dengan menggagas tema kebaya modern kombinasi,” ungkap Ven.
Sementara itu, Yenny Ries salah satu juri dalam ajang fashion tersebut mengatakan ajang seperti ini bagus sekali jika dilakukan setiap tahun sekali apalagi untuk anak-anak usia belia ini dan terbukti antusias mereka cukup besar.
Menurutnya saat ini banyak wanita muda yang saat ini masih banyak sekali menggunakan pakaian kebaya meskipun kadang di anggap pakaian ini jadul, namun sebagai warisan budaya saat ini banyak kebaya yang dikemasi lebih modern yang disesuaikan dengan usia pengguna.
“Lewat ajang ini kita bisa lihat bagaimana antusias generasi muda dengan menggunakan kebaya. terbukti mereka kini lebih mengkombinasi kebaya dengan modern dan sesuai dengan selera yang sesuai dengan dirinya,” ungkap Yenni Ries.
Selain itu ia menilai dari beberapa kontestan yang dilihatnya sebelum acara, kombinasi kebaya modern yang dipadu padankan para model ini terlihat berbeda ini menambah nilai plus buat para juri yang akan menilai karena kita akan menilai bagaimana total looknya dan bagaimana cara berjalannya di catwalk dan keserasian busana.
“Kebaya ini memang harus menyesuaikan dengan bentuk badan bisa terlihat lebih sesuai dengan kecocokan kebaya yang digunakan, salah satunya bagaimana para peseta ini bisa mengkombinasi kebaya atasan, bawahan dan make up yang di kenakan ini menjadi satu nilai lebih juga,” imbuhnya.
Kegiatan hari Kartini ini di harapkan oleh Yenny bisa menumbuhkan jiwa saling memiliki dan melestarikan budaya salah satunya adalah fashion dengan menggunakan kebaya dan memperkenalkan ke public jika kebaya ini bukanlah fashion yang ketinggalan jaman. [way/aje]







