Surabaya (beritajatim.com) – Meski masyarakat Indonesia cukup akrab dengan istilah halalbihalal, tetapi tak sedikit orang yang masih belum mengetahui makna halalbihalal itu sendiri.
Halalbihalal merupakan tradisi yang mengakar di Indonesia dan selalu hadir saat Idulfitri. Biasanya, halalbihalal dilakukan dengan bersilaturahmi ke rumah tetangga, saudara, hingga kerabat. Pada momen ini, tiap orang akan saling bersalam-salaman dan memaafkan.
Kata halalbihalal mengandung tiga makna, yakni “halal al-habi” yang berarti benang kusut terurai kembali, “halla al-maa” yaitu air keruh diendapkan, serta “halla as-syai” yang artinya halal sesuatu.
Sehingga jika ditarik kesimpulan makna halalbihalal adalah kekusutan,kekeruhan atau kesalahan yang selama ini dilakukan dapat dihalalkan kembali. Di mana semua kesalahan diharapkan dapat melebur, hilang, dan kembali seperti sedia kala.
Sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), halalbihalal artinya adalah hal maaf-memaafkan setelah menunaikan ibadah puasa Ramadan yang biasanya diadakan di sebuah tempat oleh sekelompok orang.
Tak ayal jika halalbihalal kerap dijadikan sebagai suatu kebiasaan dengan maksud untuk bersilaturahmi. Dengan begitu setiap orang jadi bisa saling menghormati dan memperkuat hubungan dengan sesama.
Selain menjalin silaturhmi dan saling bermaaf-maafan, biasanya juga disertakan dengan doa agar berbagai hal baik saling mengiringi mereka.
Berikut ini salah satu doa yang bisa diucapkan saat halalbihalal:
“Semoga kita selalu diberikan keberkahan, kesehatan, dan keselamatan. Mari kita saling memaafkan dan mempererat tali silaturahmi. Taqabbalallahu minna wa minkum.” (fyi/ian)






