Paris (beritajatim.com) – Menteri Sosial Tri Rismaharini menjadi pembicara utama di hari kedua Forum Infrastruktur OECD di Paris, Perancis. Forum ini membahas tentang ketahanan infrastruktur kritis di tengah meningkatnya bencana alam akibat perubahan iklim.
Sebelum menjadi Menteri Sosial, Tri Rismaharini sudah diundang OECD terkait Pembangunan Kota Surabaya. Dan dalam tiga tahun terakhir Mensos Risma sudah berkali-kali diundang OECD sebagai pembicara dengan topik mulai dari: Inklusivitas Sosial, Startup yang berdampak Sosial, Global Value Chain, sampai dengan Forum Infrastruktur seperti hari Rabu ini.
Pada kesempatan tersebut Mensos Risma memaparkan bagaimana memastikan ketahanan infrastruktur terhadap cuaca untuk semua wraga masyarakat.
Risma memaparkan pengalaman Indonesia dalam menangani bencana, mengingat Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia yang terletak di ring of fire. Pemanasan global telah membawa dampak besar bagi Indonesia, seperti banjir, kekeringan, gelombang panas, badai, dan hilangnya potensi ekonomi.
Kementerian Sosial telah menyiapkan berbagai langkah untuk meningkatkan ketahanan bencana, termasuk:
613 lumbung sosial tersebar di 29 provinsi untuk menyediakan logistik seperti makanan, pakaian, tenda, dan peralatan sanitasi.
Buffer stock di 328 kota/kabupaten untuk membantu logistik saat terjadi bencana.
Trauma healing, tempat ibadah sementara, dan sekolah darurat untuk membantu pemulihan pasca bencana.
Bantuan rumah tahan gempa dan pelatihan usaha untuk membantu masyarakat membangun kembali kehidupan mereka.
Kementerian Sosial juga memiliki 25.008 Tagana (Taruna Siaga Bencana) dan 49.916 pendamping sosial yang terhubung dalam sistem Command Center digital. Integrasi dengan BMKG memungkinkan pengerahan sumber daya secara cepat dan efisien.
Moderator OECD Elsa Pilichowski mengapresiasi upaya Indonesia dalam menangani bencana dan menyatakan bahwa negara-negara OECD dapat belajar banyak dari Indonesia.
“Negara-negara anggota OECD harus belajar bersama untuk menghadapi tantangan yang akan datang. Kita bisa belajar salah satunya dari Indonesia,” tutur Elsa.
Elsa juga mengapresiasi Command Center dan upaya lain yang dilakukan Kementerian Sosial dalam menangani bencana.
“Tentu saja penanganan bencana sangat menantang. Upaya yang dilakukan sangat mengesankan, seperti Command Center dan yang lainnya,” pungkas Elsa. (ted)






