Gresik (beritajatim.com) – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1445 H, tradisi pasar bandeng atau kontes bandeng kawak kembali digelar di Kota Gresik. Petani tambak asal Desa Pangkahwetan, Kecamatan Ujungpangkah, Syaifullah Mahdi, menjadi juara Kontes Bandeng Kawak 2024.
Ikan bandeng yang dibudidayakan memiliki berat 13,1 kilogram milik Syaifullah Mahdi dari Desa Pangkahwetan. Juara kedua disabet oleh Askin, asal Desa Pangkahwetan dengan berat 11 kilogram, dan Zainal Abidin asal Desa Watuagung, Kecamatan Bungah, dengan berat ikan bandeng 8 kilogram.
Para pemenang Kontes Bandeng Kawak itu, juga mendapatkan hadiah uang tunai Rp76 juta untuk juara pertama, Rp25 juta juara kedua dan juara ketiga Rp20 juta
Syaifullah Mahdi, petani tambak yang menyabet juara pertama menuturkan, untuk membudidayakan bandeng kawak ini dia membutuhkan waktu hampir 12 tahun. Dari budidaya itu, dipilih beberapa ikan bandeng yang berkualitas lalu dikembangkan lagi sampai tumbuh besar.
“Budidaya bandeng kawak gampang-gampang susah. Bila salah dalam memeliharanya ikan tersebut tidak bisa tumbuh besar,” tuturnya, Selasa (9/4/2024).
Ia menambahkan, setiap ada kontes bandeng kawak, dia selalu ikut serta. Kontes tahun ini, Syaifullah menjadi juara pertama.
“Alhamdulillah bisa kembali juara pertama. Di kontes dan lelang bandeng kami mengirim dua. Satu juara pertama dan juara kedua,” imbuhnya.
Kontes bandeng kawak banyak dinanti oleh masyarakat. Ratusan masyarakat Gresik saat antuasias memadati area kontes bandeng kawak yang digelar di Bandar Grisse.
Selain Kontes Bandeng Kawak, dalam agenda Pasar Bandeng ini ada pula pasar rakyat dan masyarakat sekitar dapat menikmati makanan gratis yang telah disediakan. Hal ini tentu menjadi lahan subur untuk meningkatkan perekonomian masyarakat terutama pelaku UMKM.
“Pasar bandeng ini memiliki dampak secara umum, karena mengundang banyak sekali UMKM yang berjualan di sekitar Pasar Bandeng,” ujar Bupati Gresik Fandi Akhmad.
Menurutnya, pasar bandeng merupakan merupakan budaya warisan tak benda yang telah eksis sejak ratusan tahun lalu. Tepatnya bermula sejak zaman Sunan Giri.
“Ini merupakan tradisi dan budaya yang turun-temurun sejak dari eranya Mbah Sunan Giri. Tradisi ini harus terus kita jaga dan rawat sebagai daya tarik khas Gresik,” ungkapnya.
Sementara Pj Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono mengapresiasi pemerintah daerah yang telah melestarikan produk unggulannya yaitu bandeng. Dia menuturkan sebanyak 27 persen produk ikan bandeng di Jawa Timur berasal dari Kabupaten Gresik.
“Festival ini membuat masyarakat Gresik memiliki event khas dan mendorong wisata dan perekonomian Gresik. Sehingga, kami sangat mendukung karena kontes bandeng kawak ini perlu dilestarikan dan dikembangkan supaya ekonomi akan bergerak dan budaya terlestarikan,” pungkasnya. [dny/beq]






