Ngawi (beritajatim.com) – Petani di Kabupaten Ngawi kini tak perlu repot lagi saat menebus pupuk bersubsidi di kios. PT Pupuk Indonesia (Persero) telah menerapkan digitalisasi penebusan pupuk menggunakan aplikasi i-Pubers (Integrasi Pupuk Bersubsidi).
Penerapan aplikasi i-Pubers di Ngawi merupakan tindak lanjut arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mempermudah proses penebusan pupuk bersubsidi bagi petani. Dengan aplikasi ini, petani terdaftar cukup menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) saat menebus pupuk.
“Pupuk Indonesia telah mengimplementasikan penebusan secara digital dengan aplikasi i-Pubers di Kabupaten Ngawi,” ungkap GM Wilayah 2 Pupuk Indonesia, Roh Eddy Andri W, Sabtu (7/4/2024).
Aplikasi i-Pubers merupakan hasil kolaborasi Pupuk Indonesia dan Kementerian Pertanian (Kementan).
Aplikasi ini memiliki beberapa manfaat, diantaranya mempermudah dan mempercepat proses penebusan pupuk, meningkatkan akurasi dan akuntabilitas penyaluran pupuk bersubsidi, dan emastikan pupuk bersubsidi tepat sasaran.
Sosialisasi dan Edukasi
Pupuk Indonesia terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada para petani terkait penggunaan aplikasi i-Pubers.
“Kami berharap seluruh petani yang memiliki alokasi subsidi pupuk bisa merasakan kemudahan dalam proses penebusan di kios,” kata Roh Eddy.
Meskipun telah diluncurkan, masih terdapat beberapa kendala dalam penggunaan aplikasi i-Pubers, seperti, perbedaan data pada KTP dengan data di aplikasi, petani yang sudah meninggal dunia, petani yang kehilangan KTP, petani yang pindah kios.
Untuk mengatasi kendala tersebut, Pupuk Indonesia telah menyiapkan beberapa solusi. Pertama, petani dapat membawa Surat Keterangan Kepala Desa/Lurah, Ahli waris dapat menunjukkan bukti surat keterangan meninggal dan surat keterangan ahli waris.
Petani dapat melapor kepada Kantor Kepolisian Sektor setempat atau melakukan perubahan kios pengecer di aplikasi i-Pubers.
Di tengah tantangan global, Pupuk Indonesia berhasil memenuhi 100 persen target penugasan pemerintah dengan menyalurkan 6,19 juta ton pupuk bersubsidi kepada petani di tahun 2023.
Pupuk Indonesia terus berupaya berinovasi dan memanfaatkan teknologi digitalisasi untuk memastikan kelancaran distribusi pupuk.
Teknologi Distribution Planning and Control System (DPCS) digunakan untuk mengawasi distribusi pupuk subsidi secara terintegrasi.
Diketahui, aplikasi i-Pubers diluncurkan tahun lalu di 6 provinsi. Per tanggal 24 Januari 2024, aplikasi i-Pubers telah diterapkan pada 27.125 kios di seluruh Indonesia. Pupuk Indonesia terus berupaya meningkatkan kapabilitas produksi dan distribusi pupuk. [fiq/but]






