Surabaya (beritajatim.com) – Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Surabaya (FK Unesa) mengajukan pembukaan tiga prodi baru tahun ini. Ketiganya yakni S1 Keperawatan, Kebidanan, dan Fisioterapi.
Saat ini, ketiga prodi tersebut telah memasuki tahap asesmen lapangan oleh LAM-PTKes. Visitasi ini dilakukan asesor untuk mengecek langsung kesiapan Unesa, khususnya FK membuka prodi baru tersebut.
“Para asesor sudah mengecek semua kesiapan mulai dari sarana-prasarana, SDM, laboratorium dan sebagainya. Alhamdulillah, dua prodi sudah divisitasi tinggal menunggu hasil dan rekomendasi,” ujar Dekan FK dr Endang Sri Wahjuni, Kamis (28/3/2024).
Terkait pembukaan prodi baru tersebut, Unesa sudah melakukan serangkaian persiapan sejak jauh hari, mulai dari infrastruktur, sarana prasarana, hingga perekrutan dosen yang berkompeten di tiga program tersebut.
Endang mengungkapkan, sejatinya Unesa juga sudah memiliki SDM dari Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA).
“Bersama pimpinan, kami mengumpulkan jajaran para ahli untuk membuat borang pendirian prodi termasuk mempersiapkan berbagai aspek yang diperlukan,” katanya.
Endang menjelaskan, pembukaan prodi baru ini untuk menjawab kebutuhan tenaga kesehatan di Indonesia. Pihaknya melihat, kebutuhan terhadap SDM di bidang fisioterapi masih sangat tinggi. Pun dengan jumlah bidan dan perawat yang belum merata, terutama di daerah.
“Semangat kami membuka prodi baru ini untuk menjawab masih adanya ketimpangan distribusi tenaga kesehatan di Indonesia. Ini bagian dari upaya mendukung pemerintah dalam membangun sektor kesehatan yang merata di seluruh Indonesia,” jelasnya.
Ia berharap, seluruh persiapan yang dilakukan bisa memenuhi standar pembukaan prodi baru. “Semoga ini berjalan lancar dan setelah seluruh rangkaian visitasi dilakukan baru nanti rekomendasinya keluar. Kami harap, prodi baru bisa dipilih jalur SPMB atau jalur mandiri tahun ini,” harapnya. [ipl/beq]






