Banyuwangi (beritajatim.com) – Kreativitas warga Lingkungan Papring, Kelurahan Kalipuro, memberi dampak bagi putaran ekonomi warganya. Berbekal kemampuan membuat karya anyaman bambu, memberi manfaat saat di bulan suci Ramadhan.
Buktinya, sekelompok warga ini kebanjiran pesanan dari sejumlah daerah. Tidak hanya di Banyuwangi, tetapi juga di beberapa kota besar di Jawa Timur, hingga Jakarta.
Karya mereka paling diburu yaitu, pesanan hampers lebaran. Ragam hampers berbahan dasar bambu maupun plastik berbagai bentuk dan variasi mampu dikerjakan.
Mulai dari aneka peralatan dapur untuk memasak hingga hampers berbentuk tas untuk bingkisan lebaran. Ada 30 varian model, di antaranya bentuk kotak (besek), lampion, cup lampu, hampers, alat perlengkapan dapur, hiasan dinding, hingga fashion dari bahan bambu.
Khusus, hampers memang menjadi pesanan paling banyak untuk momen Ramadhan dan lebaran. Uniknya, hampir semua pesanan mereka buat usai mereka merawat dan mencari makan ternak.
“Perajin bambu sekarang ini banyak pesanan tas bingkisan parcel untuk lebaran. Orderan banyak datang dari Jember, Surabaya hingga Jakarta,” terang Mawiyanto salah seorang perajin anyaman bambu di Lingkungan Papring, Kamis (28/3/2024).
Harganya, kata Mawiyanto, cukup beragam sesuai variasi bentuk dan ukuran. Termasuk juga tingkat kesulitan juga mempengaruhi harga.
“Harganya mulai termurah Rp 30 ribu, hingga Rp 120 ribu. Mahal murahnya kerajinan bambu ini tergantung pada tingkat kesulitan proses pembuatannya,” pungkasnya.
Sekedar diketahui, warga di Lingkungan Papring, Kecamatan Kalipuro ini tinggal cukup jauh dari pusat kota. Mereka hidup berdampingan langsung dengan alam dan hutan yang lebih dekat dengan pemukiman warga.
Selain memiliki keahlian menganyam, mereka bermatapencaharian sebagai buruh dan beternak. Kini, bermodal keseriusan warga, terutama anak mudanya mampu mendorong daerah terpencil ini bisa dikenal dan berdikari di dunia luar. [rin/aje]






